Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah

Desak Penjaga Palang Pintu Tanggung Jawab

Novanda Nirwana • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:41 WIB
NYARIS PINGSAN: Anton, teman Tabah Nur Arriski tak kuasa menahan tangisnya saat tabur bunga kemarin. (novanda nirwana/jprk)
NYARIS PINGSAN: Anton, teman Tabah Nur Arriski tak kuasa menahan tangisnya saat tabur bunga kemarin. (novanda nirwana/jprk)

 

Polres Nganjuk belum menetapkan tersangka kecelakaan Kereta Api Logawa dengan truk boks J&T dan sepeda motor di perlintasan KA Bagor Kulon, Kecamatan Bagor. Akibatnya, kemarin, teman Tabah Nur Arriski, sopir truk boks J&T yang tewas mendatangi perlintasan KA. Di sana mereka melakukan aksi belasungkawa dengan tabur bunga dan Anton, teman akrab Tabah pingsan di lokasi. “Saya tidak menduga Tabah meninggal dunia secepat ini,” ujarnya.

Selain Anton yang bersedih, Tomi, teman korban terpancing emosi. Dia mendatangi pos perlintasan KA Bagor. Kemudian, mengamuk di sana. “Gara-gara kamu temanku meninggal dunia,” teriak Tomi. 

Karena yang diamuk bukan penjaga palang pintu perlintasan yang bertugas pada Kamis (9/7), Sujatmiko, petugas perlintasan KA langsung membantahnya. “Bukan aku yang jaga kemarin (9/7),” bantahnya. 

Beruntung, Tomi dan Sujatmiko berhasil dilerai. Apalagi, beberapa menit kemudian akan ada Kereta Api Logawa akan melintas. Tomi akhirnya kembali ke teman-temannya. “Saya ingin petugas perlintasan yang menyebabkan teman saya meninggal dunia bertanggung jawab,” tandas Tomi. 

Menurut Tomi, kecelakaan tersebut murni kesalahan petugas perlintasan KA. Karena saat kejadian, dia berada di belakang truk boks yang dikemudikan Tabah. Sehingga, dia mengetahui langsung kecelakaan itu. 

BELASUNGKAWA: Teman Tabah melakukan aksi tabur bunga di lokasi kecelakaan KA dan truk boks J&T kemarin. (novanda nirwana/jprk)
BELASUNGKAWA: Teman Tabah melakukan aksi tabur bunga di lokasi kecelakaan KA dan truk boks J&T kemarin. (novanda nirwana/jprk)

 

Menurut Tomi, Tabah selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari Tabah mengantarkan paket demi memenuhi kebutuhan istri dan anaknya. “Kasihan anaknya masih kecil,” katanya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk Ipda Wahby Irfan menyatakan dugaan keterlambatan penutupan palang pintu kini tengah didalami. Penanganan perkara terkait dugaan kelalaian tersebut telah diarahkan ke Unit Reskrim Polsek Bagor, sementara Satlantas menangani aspek kecelakaan lalu lintas serta melakukan olah TKP, evakuasi korban, dan pengaturan arus lalu lintas.

Kasus kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, Kamis (9/7) itu mengakibatkan sopir truk boks J&T meninggal dunia. Sementara seorang pengendara sepeda motor yang berada di belakang truk mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan. (nov/tyo)

Editor : rekian
#J&T #tabrak KA #tabur bunga #kereta api #kecelakaan