NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Siapa otak pembunuh Gatot Tri Wahyu Widodo, 53, warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot? Jawabannya sangat mengejutkan.
Berdasarkan keterangan Diana Marcelynda, 19, anak angkat dan Novian Jery Saputra, 28, pacar Diana kepada polisi, ternyata Diana yang menjadi otak pembunuhan.
Bahkan, sang anak angkat ini sudah merencanakan menghabisi Gatot di rumah sejak Sabtu (11/7). “Eksekusi pembunuhan dilakukan pada Senin (13/7) sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan.
Ironisnya, Diana sendiri yang menjadi eksekutor. Setelah Novian membanting Gatot, Diana langsung memukul kepala ayah angkatnya dengan palu.
Kemudian, menggorok leher sang ayah dengan pisau di rumah. Setelah Gatot tewas, mereka mengubur jenazah Gatot di samping rumah. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, keduanya menutup lubang dengan pelepah pisang yang ada di lokasi.
Lalu, Diana mengarang cerita jika Gatot menghilang dari rumah. Diana mengajak Supriyatin, ibu angkatnya mencari Gatot. Ibunya disuruh ke Malang. Sedangkan, Diana bersama Novian mencari ke Surabaya.
Beruntung, saat menghabisi Gatot, tetangga korban mendengar teriakan Gatot. Sehingga, mereka mencari Gatot di rumah dan sekitarnya.
Hasilnya, jenazah Gatot ditemukan dikubur. Kasus itu akhirnya dilaporkan ke polisi. Kemudian, polisi meringkus Diana dan Novian di Sidoarjo sepuluh jam setelah jenazah ditemukan.
Didid mengatakan, pembunuhan yang dilakukan Diana dan Gatot termasuk pembunuhan berencana. Alasannya, Diana menghabisi ayah angkatnya juga dipertanyakan.
Karena kata Diana ke polisi, sejak kecil, dia sering dimarahi dan dipukul Gatot. Apalagi, setelah dewasa, dia tahu hanya sebagai anak angkat. “Hubungan dia dan pacarnya juga tidak direstui,” ujarnya.
Sementara itu, Novian berdalih mau diajak membunuh Gatot karena dijanjikan akan diberi imbalan uang oleh sang pacar. Apalagi, kondisi ekonomi Novian juga tidak baik-baik saja. “Dia juga emosi karena tidak direstui berpacaran dengan anak angkat korban,” imbuh Didid.
Meski demikian, polisi tidak menelan 100 persen keterangan kedua tersangka. Keterangan mereka akan dikroscek ke saksi-saksi yang lain. Untuk itu, dalam waktu dekat, polisi akan memanggil sejumlah saksi. “Kami akan kroscek keterangan tersangka dengan saksi-saksi,” ujarnya.
Sayang, Supriyatin, ibu angkat Diana belum bisa dimintai keterangan. Dia shock saat mengetahui suaminya dibunuh. “Aku tidak rela bojoku dipateni,” teriaknya. (nov/tyo)
Editor : rekian