JP Radar Nganjuk - Pernahkah kamu merasa sudah tidur cukup lama di malam hari, tapi tetap mengantuk dan lemas saat bekerja? Kondisi ini sering dialami banyak orang dan bisa bikin produktivitas anjlok.
Padahal, secara teori, tidur 7-8 jam seharusnya cukup untuk mengembalikan energi. Ternyata, ada beberapa alasan di balik rasa kantuk dan lelah yang tak kunjung hilang ini, bahkan setelah istirahat yang cukup. Yuk, kita cari tahu penyebabnya dan solusi praktisnya!
Salah satu faktor utama adalah kualitas tidur yang buruk. Meskipun kamu tidur dalam waktu yang lama, tidur yang sering terbangun atau tidak nyenyak tak akan memberikan efek restorasi yang optimal.
Misalnya, kebiasaan scrolling ponsel sebelum tidur bisa mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Akibatnya, meski mata terpejam lama, tubuh dan otakmu tak benar-benar pulih, membuatmu tetap lesu di pagi hari.
Penyebab lain bisa berasal dari pola makan yang kurang seimbang. Mengonsumsi terlalu banyak gula atau kafein di sore atau malam hari bisa mengacauk ritme tidurmu.
Selain itu, kekurangan nutrisi seperti zat besi atau vitamin B12 juga sering jadi biang keladi rasa lelah berkepanjangan. Jadi, meskipun tidurmu cukup dari segi durasi, tubuhmu mungkin sedang “berteriak” minta asupan yang lebih baik untuk menjaga stamina.
Stres dan beban kerja juga punya peran besar. Ketika pikiranmu penuh dengan deadline atau masalah pribadi, otakmu tetap aktif meski kamu sedang tidur.
Ini disebut tidur superfisial, di mana tubuh beristirahat tapi pikiran tidak sepenuhnya rileks. Hasilnya, kamu bangun dengan perasaan tak segar dan mudah mengantuk saat duduk di meja kerja, meski jam tidurmu sudah sesuai anjuran.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Pertama, perbaiki kebiasaan sebelum tidur. Hindari layar gadget setidaknya 30 menit sebelum masuk kamar, dan ganti dengan aktivitas ringan seperti membaca buku atau meditasi.
Ini membantu otak beralih ke mode istirahat lebih cepat, sehingga tidurmu lebih berkualitas dan kamu bangun dengan energi penuh.
Kedua, atur pola makan dengan lebih cermat. Pilih sarapan kaya protein dan serat, seperti telur atau oatmeal, untuk menjaga energi stabil sepanjang hari.
Hindari ngemil makanan manis berlebihan di sore hari, dan batasi kafein setelah jam makan siang. Tubuh yang ternutrisi baik akan mendukung tidurmu dan mengurangi rasa lelet saat bekerja.
Ketiga, lakukan jeda singkat di tempat kerja. Jika rasa kantuk menyerang, berdirilah sejenak, regangkan tubuh, atau jalan kecil selama 5 menit.
Paparan sinar matahari di pagi hari juga bisa membantu menekan hormon melatonin yang bikin ngantuk, sekaligus meningkatkan kewaspadaanmu. Cara sederhana ini terbukti ampuh menyegarkan tubuh tanpa perlu tidur lagi.
Terakhir, jika masalah ini terus berlanjut, cobalah konsultasi dengan dokter. Bisa jadi ada kondisi mendasar seperti anemia atau gangguan tidur yang perlu penanganan khusus.
Intinya, tidur cukup memang penting, tapi kualitas tidur dan gaya hidup sehat adalah kunci utama agar kamu bisa tetap bugar dan fokus di kantor. Jadi, mulai sekarang, perhatikan tubuhmu dan beri ia perawatan terbaik.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira