Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Psikolog vs Psikiater, Sama-Sama Tangani Masalah Mental Tapi Beda Jalan

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 18 April 2025 | 21:30 WIB
Perbedaan psikolog dan psikiater
Perbedaan psikolog dan psikiater

JP Radar Nganjuk– Masalah kesehatan mental kini semakin mendapat perhatian. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara dua profesi yang kerap disebut dalam isu ini yaitu psikolog dan psikiater.

Padahal, keduanya punya peran, pendekatan, dan latar belakang pendidikan yang sangat berbeda.

Secara garis besar, psikolog dan psikiater datang dari dua jalur pendidikan yang tak sama.

Psikolog menempuh pendidikan strata satu di bidang Psikologi, lalu melanjutkan ke program Magister Profesi Psikologi (Mapro) untuk mendapatkan gelar M.Psi. dan lisensi sebagai psikolog.

Sementara itu, psikiater berangkat dari dunia kedokteran.

Mereka wajib menempuh pendidikan dokter umum terlebih dahulu, lalu mengambil spesialisasi psikiatri selama sekitar empat tahun untuk menyandang gelar Spesialis Kedokteran Jiwa (Sp.KJ).

Perbedaan tak berhenti di bangku kuliah. Dalam praktiknya, psikolog lebih mengandalkan pendekatan terapi psikologis.

Mulai dari terapi kognitif perilaku (CBT), terapi psikodinamik, hingga konseling.

Mereka membantu klien mengelola stres, kecemasan, dan berbagai persoalan emosional melalui percakapan dan teknik intervensi non-medis.

Berbeda dengan psikiater. Karena berlatar belakang medis, mereka punya kewenangan untuk meresepkan obat-obatan psikotropika.

Mereka juga bisa melakukan tindakan medis seperti terapi kejut listrik (ECT), yang biasanya digunakan pada kasus gangguan mental berat seperti skizofrenia atau depresi mayor.

Inilah titik krusial yang membedakan keduanya.

Psikiater, sebagai dokter, berhak meresepkan obat. Sementara psikolog tidak.

Psikolog hanya fokus pada terapi tanpa obat, dan jika pasien memerlukan penanganan medis, mereka biasanya akan merujuk ke psikiater.

Psikolog biasanya menangani kasus-kasus seperti stres kerja, gangguan kecemasan ringan, konflik keluarga, atau kesulitan belajar.

Sedangkan psikiater lebih sering menangani kondisi serius dan kronis seperti gangguan bipolar, gangguan kepribadian, hingga gangguan psikotik.

Soal tempat praktik, psikolog bisa ditemukan di sekolah, kampus, rumah sakit, lembaga konseling, hingga perusahaan.

Mereka juga aktif di bidang penelitian dan pengembangan program psikologis.

Sementara psikiater umumnya bekerja di rumah sakit, klinik, atau praktik pribadi.

Mereka lebih sering menangani pasien yang membutuhkan penanganan medis intensif.

Meski berbeda jalur dan metode, psikolog dan psikiater tidak saling bertentangan.

Justru sebaliknya, keduanya sering bekerja berdampingan untuk memberikan layanan kesehatan mental yang holistik dan menyeluruh.

Pasien bisa mendapat manfaat lebih jika mendapatkan penanganan dari dua sisi, baik psikologis dan medis.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#nganjuk viral #berita nganjuk hari ini #nganjuk #psikolog #berita nganjuk terbaru #psikiater