JP Radar Kediri- Tengah malam, rumah mendadak heboh. Si kecil berdiri di pintu kamar, mata masih setengah merem sambil bilang, “Mak… aku basah…”
Bagi banyak orang tua, kalimat itu artinya: seprai basah, anak menangis, dan malam yang panjang. Tapi tenang dulu, Bu-Pak. Ngompol atau dalam bahasa medis disebut nocturnal enuresis, sebenarnya hal yang wajar terjadi dalam masa tumbuh kembang anak.
Ngompol Ada Dua Jenis
Banyak orang tua belum tahu bahwa ngompol itu ada dua jenis utama:
Ngompol Primer (Primary Enuresis)
Ini terjadi saat anak memang belum pernah bisa "lulus" tidur malam tanpa ngompol. Biasanya terjadi di usia dini. Siang hari bisa kering, tapi malam masih pakai popok atau pelindung.
Ngompol Sekunder (Secondary Enuresis)
Ini jenis yang lebih bikin orang tua bingung. Anak sudah lama bisa tidur tanpa ngompol—bahkan berbulan-bulan atau lebih dari 6 bulan—tapi tiba-tiba mulai ngompol lagi. Contohnya: anak yang sejak usia 4 tahun sudah bebas ngompol, tapi umur 6 mulai mengompol lagi.
Kenapa Anak Bisa Ngompol?
Menurut dr. Manjunatha dari Eau Claire, ngompol bukan karena malas atau cari perhatian. Bahkan, 40–50% anak yang ngompol punya orang tua dengan riwayat serupa. Bisa jadi “warisan keluarga”, lho!
Penyebab lain bisa meliputi:
- Diabetes
- Infeksi saluran kemih (ISK)
- Tidur terlalu nyenyak
- Kandung kemih kecil atau sarafnya belum matang
- Konstipasi kronis
- Vaginitis (pada anak perempuan)
Cara Efektif Membantu Anak Berhenti Ngompol
Untuk anak di bawah usia 7 tahun, biasanya cukup "ditungguin" saja. Tiap tahun, kemungkinan berhenti ngompol bertambah 8–10%. Tapi kalau sudah lewat 7 tahun dan masih basah terus, bisa dicoba langkah-langkah berikut:
Batasi minum malam hari
Pastikan anak cukup minum di siang hari, dan batasi minuman (terutama yang manis dan berkafein) dua jam sebelum tidur.
Ritual pipis sebelum tidur
Biasakan anak ke kamar mandi sebelum tidur. Bahkan, ajak pipis dua kali: sebelum gosok gigi dan sebelum benar-benar tidur.
Bangunkan tengah malam
Setel alarm dan bangunkan anak sekali untuk pipis malam. Biasanya sekitar pukul 23.00 atau 00.00.
Gunakan alarm ngompol
Ada alat seperti sensor yang berbunyi saat ada cairan. Memang butuh waktu dan kesabaran (sekitar 1–3 bulan), tapi ini aman dan bisa jadi solusi jangka panjang.
Obat, jika sangat perlu
Dokter bisa meresepkan desmopressin, obat yang membantu tubuh menahan air saat tidur. Tapi ini bukan solusi utama, hanya alternatif jangka pendek, dan lebih efektif pada anak usia lebih besar.
Yang Jangan Dilakukan!
Jangan marahi anak. Ngompol bukan karena malas. Marah hanya akan memperparah rasa malu dan cemas.
Jangan larang minum seharian. Tubuh butuh cukup cairan di siang hari untuk mencegah konstipasi dan dehidrasi.
Jangan mempermalukan. Membahas kebiasaan ngompol di depan orang lain hanya akan membuat anak makin stres.
Jangan bandingkan. Setiap anak punya ritme perkembangan berbeda. Jangan bandingkan dengan kakak atau teman.
Jangan harap instan. Sabar adalah kunci. Perjalanan berhenti ngompol tidak selalu lurus. Tapi dengan dukungan dan kasih sayang, anak akan melewati fase ini.
Catatan Tambahan
Segera konsultasi ke dokter jika anak:
- Terlihat sering haus ekstrem
- Urin keruh atau terasa panas
- Ngompol di siang hari juga
- Berat badan turun drastis
Ingat, ngompol bukan aib. Butuh waktu dan pengertian. Anak Anda bukan malas—hanya butuh waktu untuk tumbuh.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk