JP Radar Nganjuk – Tahu dan tempe menjadi dua lauk andalan masyarakat Indonesia yang kerap hadir di meja makan.
Sama-sama berbahan dasar kedelai, keduanya menawarkan kandungan gizi yang tinggi, harga terjangkau, serta mudah diolah dalam berbagai hidangan.
Namun, banyak yang masih bertanya-tanya, di antara tahu dan tempe, manakah yang lebih sehat? Baik tahu maupun tempe sama-sama menyehatkan, namun memiliki keunggulan masing-masing.
Tahu: Sumber Protein Nabati Rendah Kalori
Tahu dikenal sebagai produk hasil penggumpalan sari kedelai yang kemudian dipadatkan. Kandungan proteinnya cukup tinggi, namun rendah lemak dan kalori. Tahu sangat cocok untuk orang yang sedang diet atau menjaga berat badan.
Selain itu, tahu juga memiliki tekstur lembut yang mudah dicerna, sehingga cocok dikonsumsi oleh anak-anak hingga lansia. Kandungan kalsiumnya juga bermanfaat untuk kesehatan tulang.
Tempe: Fermentasi yang Kaya Manfaat
Di sisi lain, tempe adalah hasil fermentasi kedelai dengan bantuan kapang Rhizopus. Proses fermentasi ini menghasilkan senyawa bioaktif yang baik bagi tubuh, seperti probiotik yang menyehatkan saluran pencernaan.
Tempe mengandung serat lebih tinggi dibanding tahu, serta vitamin B12 alami yang jarang ditemukan dalam bahan nabati lainnya. Kandungan antioksidannya pun lebih tinggi, sehingga tempe sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Lalu, Mana yang Lebih Sehat?
Jawabannya tergantung pada kebutuhan tubuh masing-masing. Jika sedang diet dan membutuhkan makanan rendah kalori, tahu bisa menjadi pilihan. Namun jika ingin asupan serat, probiotik, dan nutrisi lebih lengkap, tempe adalah juaranya.
Tips Konsumsi Sehat
Namun perlu diingat, cara pengolahan juga menentukan sehat tidaknya makanan tersebut. Baik tahu maupun tempe akan lebih bermanfaat jika dimasak dengan cara dikukus, direbus, atau ditumis ringan menggunakan sedikit minyak.
Menggoreng dengan minyak banyak dan berulang justru bisa mengurangi nilai gizinya.
Tahu dan tempe, dua makanan lokal dengan kandungan gizi luar biasa. Keduanya layak masuk dalam pola makan sehat harian.
Daripada memilih salah satu, lebih baik konsumsi keduanya secara bergantian. Tubuh akan mendapatkan manfaat gizi yang saling melengkapi.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira