JP RADAR NGANJUK - Senin 19 Mei 2025, Burnout merupakan kondisi kelelahan menyeluruh yang terjadi akibat tekanan psikologis jangka panjang, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan.
Dilansir dari Psychology Today, kondisi ini mencakup kelelahan fisik, mental, dan emosional yang dapat membuat seseorang merasa kosong, tidak berdaya, dan kehilangan motivasi.
Gejala burnout sering kali ditandai dengan kelelahan yang berkepanjangan, hilangnya minat terhadap pekerjaan, dan perasaan tidak mampu lagi menyelesaikan tugas dengan baik.
Tiga komponen utama dari burnout meliputi kelelahan yang berlebihan, sikap negatif atau sinis terhadap pekerjaan, serta penurunan rasa percaya diri dalam menyelesaikan tugas.
Jika tidak ditangani, burnout dapat memiliki dampak serius pada kesehatan secara keseluruhan.
Menurut Paula Davis, JD, Mapp, ahli manajemen stress dan kinerja kerja, dalam wawancaranya dengan banyak orang tentang pengalaman mereka sendiri dalam mengatasi kejenuhan, setiap orang pernah berkata kepada saya, "Saya sangat senang seseorang mengatakan sesuatu kepada saya tentang kekhawatiran mereka," atau "Saya berharap seseorang cukup peduli untuk mengatakan sesuatu kepada saya jika mereka khawatir."
Tantangan ini semakin nyata di era kerja modern, terutama dengan meningkatnya tekanan dan tuntutan produktivitas.
Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental menjadi semakin krusial. Perusahaan dan lembaga serta sekitarnya diharapkan memberikan ruang bagi karyawan untuk menjaga keseimbangan hidup, sehingga burnout tidak dianggap sebagai hal yang biasa.
Dengan perhatian dan tindakan yang tepat, kualitas kerja dan kehidupan dapat terjaga.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira