Glaukoma bukan sekadar gangguan penglihatan biasa. Penyakit ini dikenal sebagai "pencuri penglihatan yang senyap" karena dapat merusak mata tanpa menimbulkan gejala jelas pada tahap awal, tapi berdampak serius hingga berujung kebutaan permanen. Di Indonesia sendiri, glaukoma menjadi penyebab kebutaan terbanyak setelah katarak, dan sayangnya, kerusakan yang ditimbulkan bersifat tidak dapat dipulihkan.
Apa Itu Glaukoma?
Glaukoma terjadi ketika saraf optik mengalami kerusakan, yang umumnya dipicu oleh peningkatan tekanan dalam bola mata—dikenal sebagai tekanan intraokular. Tekanan yang terus meningkat lama-kelamaan akan merusak saraf optik secara bertahap, menyebabkan penyempitan lapang pandang yang makin lama makin parah hingga akhirnya bisa menghilang sepenuhnya.
Penyebab Utama: Tekanan Cairan Mata yang Tidak Normal
Di dalam mata kita, terdapat cairan yang disebut aqueous humor, yang secara alami diproduksi dan dikeluarkan melalui saluran khusus bernama trabecular meshwork. Jika aliran cairan ini terganggu—baik karena penyumbatan atau kerusakan saluran—tekanan dalam bola mata akan meningkat dan mulai menekan saraf optik.
Faktor Risiko Glaukoma: Siapa Saja yang Perlu Waspada?
Beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena glaukoma antara lain:
-
Riwayat keluarga: Jika orang tua atau saudara kandung menderita glaukoma, risikomu meningkat 2–3 kali lipat.
-
Usia di atas 40 tahun: Semakin bertambah usia, tekanan bola mata cenderung meningkat.
-
Penyakit tertentu: Seperti diabetes, hipertensi, dan migrain kronis, yang dapat mengganggu aliran darah ke saraf mata.
-
Riwayat trauma atau cedera mata.
-
Penggunaan jangka panjang obat steroid (kortikosteroid), baik tetes maupun oral.
-
Kelainan bawaan pada struktur mata.
Baca Juga: Bolehkah Olahraga Setelah Makan? Simak Penjelasannya
Jenis-jenis Glaukoma yang Perlu Diketahui
Ada dua jenis utama glaukoma:
-
Glaukoma sudut terbuka primer
Merupakan jenis yang paling umum. Berkembang perlahan-lahan dan sering tanpa gejala, sehingga penderita tidak menyadari hingga kerusakan terjadi cukup jauh. -
Glaukoma sudut tertutup
Tipe ini muncul secara mendadak dan disertai gejala berat seperti nyeri tajam pada mata, mata memerah, mual atau muntah, hingga kehilangan penglihatan secara tiba-tiba. Ini adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan tindakan segera.
Fakta Mengerikan: Banyak Penderita Tidak Sadar Mereka Terkena Glaukoma
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 50 persen penderita glaukoma tidak tahu bahwa mereka mengidap penyakit ini hingga sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan mata rutin menjadi sangat penting, terutama bagi orang-orang dengan risiko tinggi.
Bisa Dicegah, Tapi Tidak Bisa Disembuhkan
Sayangnya, glaukoma belum bisa disembuhkan secara total. Namun, deteksi dini dan penanganan yang tepat bisa memperlambat perkembangan penyakit dan menyelamatkan penglihatan. Beberapa metode pengobatan yang umum digunakan antara lain:
-
Obat tetes mata yang berfungsi menurunkan tekanan bola mata.
-
Terapi laser untuk memperlancar aliran cairan di dalam mata.
-
Operasi jika metode lain tidak efektif.
Editor : Jauhar Yohanis