Di tengah kemajuan pengobatan kanker payudara secara medis, sejumlah masyarakat masih memanfaatkan tanaman herbal sebagai terapi pendamping.
Meski belum dapat menggantikan metode pengobatan konvensional, beberapa herbal dipercaya memiliki potensi mendukung proses penyembuhan.
Salah satu tanaman yang paling populer adalah daun sirsak (Annona muricata). Daun ini diketahui mengandung senyawa acetogenin yang, menurut hasil uji laboratorium, memiliki efek antikanker.
Dalam praktik tradisional, air rebusan daun sirsak sering dikonsumsi, meski penggunaannya harus dibatasi karena berisiko menimbulkan masalah lambung dan belum terbukti efektif secara klinis pada manusia.
Baca Juga: 5 Ramuan Herbal Pengusir Keputihan Membandel. Nomor 4 Jarang Diketahui!
Selain itu, kunyit (Curcuma longa) juga menarik perhatian karena mengandung kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Riset laboratorium menunjukkan kurkumin mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.
Namun, efektivitasnya dalam tubuh manusia sangat tergantung pada dosis dan penyerapan, yang bisa ditingkatkan dengan piperin dari lada hitam.
Herbal lain yang kerap dimanfaatkan adalah keladi tikus (Typhonium flagelliforme). Di Indonesia dan Malaysia, tanaman ini sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk tumor.
Baca Juga: Lancar Haid dengan Ramuan Alami? Coba 6 Herbal Ini!
Meski kini tersedia dalam bentuk kapsul, data ilmiah mengenai keamanan dan efektivitasnya masih terbatas.
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan daun belalai gajah (Clinacanthus nutans) juga termasuk dalam daftar herbal populer.
Temulawak dikenal karena manfaatnya dalam melindungi fungsi hati dan memperkuat sistem imun, sedangkan belalai gajah diyakini punya efek antikanker meski bukti klinisnya belum memadai.
Gunakan dengan Bijak
Para dokter onkologi menekankan bahwa konsumsi herbal sebaiknya dibarengi dengan konsultasi medis. Banyak produk herbal di pasaran belum mendapatkan izin BPOM dan belum tentu aman. Tanpa pengawasan yang tepat, risiko efek samping bisa terjadi.
Dalam penanganan kanker payudara, pengobatan medis seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, dan terapi target tetap menjadi standar utama. Herbal hanya boleh digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti pengobatan utama. (*)
Editor : Jauhar Yohanis