JP RADAR NGANJUK-Buat orang Indonesia, rasanya makan belum lengkap kalau belum ada nasi. Tapi sering kali nasi putih dianggap sebagai biang kerok naiknya berat badan dan gula darah. Nah, kabar baiknya, ada cara sederhana yang bisa bikin nasi jadi lebih sehat, yaitu dengan mendinginkannya lebih dulu. Cara ini ternyata bisa meningkatkan kandungan resistant starch dalam nasi.
Menurut Hello Sehat (2023), resistant starch atau pati resisten adalah jenis pati yang tidak langsung dicerna di usus halus. Jadi, alih-alih berubah cepat jadi gula darah, ia berfungsi mirip serat makanan. Efeknya cukup banyak: bikin kenyang lebih lama, menjaga gula darah tetap stabil, dan memberi nutrisi buat bakteri baik di usus. Dengan kata lain, nasi yang mengandung lebih banyak resistant starch bisa jadi lebih bersahabat dengan tubuh kita.
Studi PubMed Central (2022) menunjukkan bahwa nasi yang didinginkan setelah dimasak mengalami peningkatan kadar resistant starch karena terjadi retrogradasi pati—sehingga tubuh menyerapnya lebih lambat dan menurunkan lonjakan gula darah pasca-makan.
Baca Juga: Bahaya merokok saat berkendara
Menurut ulasan komprehensif dalam studi Health benefits of resistant starch: A review of the literature yang diterbitkan di Journal of Functional Foods (ScienceDirect), konsumsi RS menunjukkan potensi dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, metabolisme, dan kardiovaskular. Berdasarkan temuan ini, berikut beberapa manfaat utama dari resistant starch beserta penjelasannya:
- Bikin Gula Darah Lebih Bersahabat
Nasi atau kentang yang mengandung resistant starch (RS) dicerna lebih lambat, jadi gula darah nggak langsung melonjak. Buat yang peduli kontrol gula atau punya risiko diabetes, ini bisa jadi teman makan yang ramah. Rasanya aman, tapi tetap nikmat!
- Usus Sehat, Bahagia
RS itu seperti makanan super untuk bakteri baik di usus. Mereka fermentasi RS dan menghasilkan zat sehat bernama short-chain fatty acids (SCFA). Hasilnya? Usus jadi lebih kuat, pencernaan lancar, dan flora usus tetap seimbang. Bayangin ususmu kayak taman mini yang selalu dirawat dengan baik.
Baca Juga: 7 Cara Ampuh Berhenti Merokok, Terbukti Efektif untuk Hidup Sehat
- Membantu Program Diet Tanpa Drama
RS bikin perut kenyang lebih lama. Jadi, kamu nggak gampang lapar dan nggak tergoda ngemil berlebihan. Cocok banget buat yang lagi atur pola makan, tapi tetap pengin nikmatin makanan favorit tanpa rasa bersalah.
- Jantung Lebih Sehat
Beberapa penelitian bilang RS bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Artinya, makan makanan tinggi RS nggak cuma enak buat perut, tapi juga kasih bonus buat jantungmu supaya tetap sehat.
- Metabolisme yang Lebih Optimal
RS membantu tubuh mengatur metabolisme gula dan lemak dengan lebih baik. Sensitivitas insulin meningkat, gula darah lebih stabil, dan lemak jahat bisa dikontrol. Intinya, tubuhmu bisa bekerja lebih efisien tanpa harus ekstra capek.
Baca Juga: Belum Lima Menit! Benarkah Makanan Aman Jika Baru Jatuh Kurang dari 5 Menit? Ini Kata Peneliti
- Anti-inflamasi & Perlindungan Usus
SCFA dari fermentasi RS juga punya efek anti-inflamasi, menjaga dinding usus tetap kuat, dan mengurangi risiko peradangan. Bisa dibilang, RS itu “perisai” kecil buat sistem pencernaanmu.
Walaupun terlihat sederhana, tetap ada hal yang perlu diperhatikan. Jangan biarkan nasi terlalu lama di suhu ruang karena bisa memicu bakteri Bacillus cereus. Jadi, segera dinginkan dan simpan di kulkas. Kalau mau dikonsumsi, cukup panaskan kembali dengan api kecil atau kukusan.
Ternyata, makan nasi sehat bukan berarti harus berhenti total. Dengan trik sederhana seperti pendinginan nasi, kita bisa tetap menikmati makanan pokok sehari-hari dengan risiko lebih rendah terhadap lonjakan gula darah maupun penambahan berat badan. Jadi, sebelum buru-buru “putus hubungan” dengan nasi, coba dulu cara ini. Siapa tahu, nasi dingin bisa jadi sekutu baru dalam menjaga kesehatan.
Baca Juga: Makanan Tinggi Serat Bukan Sayuran? Ini Daftar yang Jarang Kamu Sangka!
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis