Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bolehkah Menyentuh Al-Qur'an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Para Ulama!

Dedy Nurhamsyah • Selasa, 10 Maret 2026 | 00:17 WIB

Al-Qur'an Digital
Al-Qur'an Digital

JP Radar Nganjuk - Seperti yang kita ketahui, ketika hendak menyentuh atau memegang Al-Qur'an, seseorang harus wudhu terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surah Al-Waqiah ayat 79:

لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ

Artinya: "Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan."

Demikian pula dalam HR. Muwatha Malik No 419:

أَنْ لَا يَمَسَّ الْقُرْآنَ إِلَّا طَاهِرٌ

Artinya: "Tidak ada yang boleh menyentuh Al-Qur'an kecuali yang telah bersuci."

Kedua dalil ini menegaskan bahwa wajib memiliki wudhu sebelum menyentuh atau memegang Al-Qur'an. Tapi bagaimana degan Al-Qur'an digital? Apakah boleh memegangnya meski tidak memiliki wudhu?

Sebelum itu, perlu diketahui mushaf merupakan bentuk fisik atau salinan dari ayat-ayat Al-Qur'an terdiri dari lembaran-lembaran yang dijilid menjadi satu buku. Sederhananya, mushaf merupakan salinan fisik dari Al-Qur'an baik ditulis maupun dicetak.

Mayoritas ulama mengatakan boleh memegang Al-Qur'an digital meski tidak dalam keadaan memiliki wudhu. Para ulama membedakan status mushaf fisik dan mushaf digital. Dengan alasan, tidak ada sentuhan langsung pada huruf atau kertas ayat-ayat Al-Qur'an pada mushaf digital.

4 Imam besar (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i, dan Imam Hambali) mengatakan bahwa wajib hukum nya menyentuh mushaf fisik dalam keadaan memiliki wudhu. Sedangkan Al-Qur'an di hp, tidak termasuk mushaf fisik. Kita tidak menyentuh ataupun memegang secara langsung, karena itu para ulama mengatakan boleh memegangnya meski tanpa wudhu.

Meski demikian, para ulama tetap menganjurkan agar seorang Muslim berwudhu sebelum membaca Al-Qur'an baik dalam bentuk fisik maupun digital. Sebab, bagaimanapun juga Al-Qur'an adalah kalam Allah yang harus dihormati.

Teknologi memang memudahkan kita membaca Al-Qur'an dimana saja. Namun, kemudahan ini jangan sampai mengurangi rasa hormat kita terhadap firman Allah. Wudhu, adab, dan kesungguhan tetap menjadi kunci agar bacaan kita bernilai ibadah.

Penulis adalah Muhammad Iqbal Rasyid, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Editor : rekian
#Al-Qur'an #wudhu #digital #ulama #mushaf