NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Nganjuk kembali berkurang. Satu CJH memilih menunda keberangkatannya tahun ini. Alasannya, kondisi kesehatan.
CJH tersebut adalah Sumarlik Subari, 70, warga Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Nganjuk Zainal Abidin Hanif Kamaloddin mengatakan, keputusan penundaan dilakukan karena jemaah dalam kondisi sakit sehingga belum memungkinkan untuk berangkat.
“Satu orang yang menunda berangkat,” ujar Hanif.
Menurut Hanif, hingga saat ini tidak ada pengganti untuk jemaah yang menunda keberangkatan tersebut.
“Tidak ada penggantinya,” tegasnya.
Dengan adanya satu jemaah yang menunda keberangkatan, jumlah CJH asal Kabupaten Nganjuk yang akan diberangkatkan tahun ini kini 731 orang. Ratusan jemaah tersebut nantinya dibagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 112, kloter 113, dan kloter 114.
“Total yang berangkat sekarang 731 orang,” jelas Hanif.
Saat ini, panitia terus mematangkan berbagai persiapan menjelang keberangkatan jemaah menuju Asrama Haji Surabaya pada 20 Mei mendatang. Mulai dari pengumpulan koper, pengecekan identitas barang bawaan, hingga pengaturan armada bus untuk keberangkatan dari Pendapa Kabupaten Nganjuk.
Sesuai jadwal, koper besar milik jemaah akan lebih dahulu diberangkatkan menuju embarkasi pada 19 Mei. Sedangkan, para jemaah akan diberangkatkan sehari setelahnya menggunakan 18 bus yang telah disiapkan panitia.
Selain kesiapan administrasi dan perlengkapan, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian utama menjelang keberangkatan. Mengingat sebagian besar jemaah merupakan lanjut usia, panitia terus mengingatkan agar para CJH menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan aktivitas berlebihan sebelum berangkat. (nov/tyo)