Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Musim Pancaroba Tiba: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Elna Malika • Kamis, 17 April 2025 | 03:59 WIB

Musim Pancaroba Tiba: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Musim Pancaroba Tiba: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

JP Radar Nganjuk – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa musim pancaroba, masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, resmi dimulai di berbagai wilayah Indonesia per April 2025.

Periode ini, yang diperkirakan berlangsung hingga Juni 2025, membawa cuaca yang tidak menentu, dengan suhu panas di pagi hingga siang hari diikuti hujan lebat, petir, dan angin kencang pada sore hingga malam.

BMKG menyebutkan bahwa pemanasan permukaan yang intens memicu pembentukan awan konvektif, yang dapat menyebabkan fenomena ekstrem seperti hujan es atau angin puting beliung.

Baca Juga: Ariel NOAH dan Wulan Guritno Dikabarkan Pacaran, Cinta Baru atau Sekadar Isu?

Data BMKG menunjukkan bahwa sekitar 60% wilayah Indonesia, mencakup 420 Zona Musim (ZOM), telah memasuki pancaroba. Wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian Papua termasuk yang terdampak.

Hujan selama pancaroba cenderung singkat namun deras, terutama di daerah seperti Sumatra Barat, Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin turut memperbesar potensi cuaca ekstrem selama periode ini.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, atau puting beliung.

“Cuaca pancaroba sangat dinamis. Pastikan untuk tidak berteduh di bawah pohon atau baliho yang rapuh saat hujan deras, dan amankan benda-benda yang mudah tertiup angin,” ujarnya.

BMKG juga merekomendasikan penggunaan situs www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau akun @infoBMKG untuk memantau prakiraan cuaca harian.

Perubahan cuaca yang cepat juga berisiko memengaruhi kesehatan, sehingga warga dianjurkan menjaga stamina dan hidrasi.

BMKG memperkirakan musim kemarau akan mulai dominan pada Mei 2025 di beberapa wilayah, dengan puncaknya pada Juli hingga Agustus 2025. Namun, hujan sporadis masih mungkin terjadi karena pengaruh iklim lokal dan regional. 

Baca Juga: Dulu Setara Emas, Inilah Sejarah Garam yang Pernah Jadi Mata Uang

Untuk itu, BMKG menyarankan sektor pertanian memanfaatkan sisa hujan pancaroba untuk mengisi cadangan air, sementara pemerintah daerah diminta memperkuat langkah mitigasi bencana, seperti pembersihan saluran air dan penguatan tanggul.

Dengan persiapan matang, diharapkan dampak cuaca ekstrem selama pancaroba dapat ditekan seminimal mungkin.

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#bmkg #berita nganjuk hari ini #pancaroba #cuaca