JP Radar Nganjuk – Sejumlah 160 orang warga Karangturi, Ganti Warno Klaten mengalami keracunan massal akibat menyantap makanan di sebuah acara hajatan wayangan pada Minggu (13/4) lalu.
Sebanyak 44 orang masih di rawat inap, 45 orang rawat jalan telah sembuh, 60 orang rawat jalan yang masih dalam kondisi sakit, 10 orang dinyatakan sembuh, dan 1 orang dinyatakan meninggal.
Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik hajatan dan juga beberapa saksi lainnya untuk mengetahui penyebab keracunan massal yang dialami oleh warga.
Polisi juga mengambil beberapa sample makanan yang disajikan dalam acaea hajatan tersebut untuk dilakukan tes laboratorium.
Karena acara hajatan itu cukup besar, beberapa wara sekitar juga turut membantu untuk menyiapkan makanan untuk disajikan kepada para tamu.
Kejadian tersebut juga membuat Dinas Kesehatan Klaten turut turun tangan untuk membantu pihak kepolisian mengungkap penyebab keracunan massal itu.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, Dinkes Klaten menemukan bakteri E. Coli yang terkandung dalam sampel air yang diambil dari lokasi hajatan tersbeut digelar. Diduga, bakteri yang ada dalam air tersebut menjadi penyebab sejumlah warga mengalami keracunan.
Dari hasil laboratorium yang keluar, menujukkan bahwa jumlah bakteri coliform berada diatas ambang batas yaitu lebih dari 200 (maksimal 50) dan 88 bakteri E.Coli yang seharusnya tidak ada dalam air tersbut.
Belum bisa dipastikan apakah bakteri tersbeut menjadi penyebab utama keracunan massal yang terjadi di desa Karangturi.
Penyebab pasti keracunan masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian dan juga Dinas Kesehatan Klaten.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira