Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sosok Zahaby Gholy, Talenta Emas Bekasi yang Bawa Timnas U-17 ke Piala Dunia

Elna Malika • Rabu, 9 April 2025 | 21:17 WIB
Sosok Zahaby Gholy, Talenta Emas Bekasi yang Bawa Timnas U-17 ke Piala Dunia
Sosok Zahaby Gholy, Talenta Emas Bekasi yang Bawa Timnas U-17 ke Piala Dunia

JP Radar Nganjuk - Di tengah sorak sorai Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, pada 7 April 2025, seorang pemuda berusia 16 tahun mengukir namanya dalam sejarah sepak bola Indonesia. Muhammad Zahaby Gholy, atau yang akrab disapa Zahaby, menjadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia U-17 atas Yaman dengan skor 4-1 di Piala Asia U-17 2025.

Gol spektakuler dan assist krusial dari kakinya tidak hanya mengantarkan Garuda Muda ke babak selanjutnya, tetapi juga memastikan tiket bersejarah ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Untuk pertama kalinya, Indonesia lolos melalui jalur kualifikasi, dan Zahaby adalah salah satu kunci di balik pencapaian gemilang itu.

Zahaby lahir di Bekasi, Jawa Barat, pada 5 Desember 2008, dari pasangan Ahmad dan Aminah. Ayahnya, yang dikenal sebagai Bang Gemblong di lingkungan Cikunir, adalah pelatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) lokal. Darah sepak bola tampaknya mengalir deras dalam diri Zahaby sejak kecil.

Bakatnya mulai terlihat saat ia berlatih di SSB Garuda Putra dan RND Jakarta, sebelum akhirnya bergabung dengan Persipasi Bekasi U-13. Dari lapangan sederhana di kampung halamannya, perjalanan Zahaby menuju panggung internasional dimulai dengan langkah kecil namun penuh tekad.

Pada Agustus 2023, talenta Zahaby menarik perhatian akademi Persija Jakarta. Setelah melewati seleksi ketat, ia resmi menjadi bagian dari tim U-15 Macan Kemayoran. Di sana, ia terus mengasah kemampuan hingga membawa Persija U-16 melaju ke babak delapan besar Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 musim lalu.

Posisinya sebagai winger kanan, dengan kaki kiri yang dominan, menjadikannya senjata mematikan di lini serang. Kecepatan, teknik, dan insting mencetak golnya membuat pelatih Timnas U-17, Nova Arianto, tak ragu memanggilnya ke skuad Garuda Muda.

Kiprah Zahaby di level internasional pertama kali mencuri perhatian saat Piala AFF U-16 2024. Dalam turnamen yang digelar di Solo, ia tampil gemilang dengan mencetak lima gol, termasuk dua gol krusial saat melawan Vietnam di perebutan peringkat ketiga.

Penampilan apik itu mengantarkannya meraih gelar pemain terbaik dan top skor bersama rekan setimnya, Mierza Firjatullah. Kesuksesan di Piala AFF menjadi pijakan penting bagi Zahaby untuk membuktikan diri di panggung yang lebih besar, yakni Piala Asia U-17 2025.

Momen puncak bagi Zahaby terjadi di laga melawan Yaman. Bermain di bawah tekanan, ia membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-15 dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak bisa dihalau kiper lawan.

Tak berhenti di situ, Zahaby juga memberikan umpan matang yang diselesaikan menjadi gol oleh Fadly Alberto. Kontribusinya dalam kemenangan 4-1 itu menjadi bukti nyata bahwa ia bukan sekadar pemain muda biasa, melainkan tumpuan harapan tim.

"Alhamdulillah, saya bisa membantu tim. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi," ujarnya sederhana usai pertandingan.

Keberhasilan Zahaby tak lepas dari kerja sama tim dan strategi cerdas Nova Arianto. Dalam wawancara, Zahaby menyebut kekompakan serta taktik serangan balik sebagai kunci kemenangan atas Yaman.

Berbeda dengan laga sebelumnya melawan Korea Selatan yang penuh tekanan, ia merasa tim lebih leluasa mengontrol permainan kali ini. Dengan dua kemenangan dari dua laga, 1-0 atas Korea Selatan dan 4-1 atas Yaman, Indonesia mengumpulkan enam poin, memastikan tempat di fase gugur dan Piala Dunia U-17 untuk pertama kalinya via kualifikasi.

Di balik sorotan internasional, Zahaby tetap menjadi kebanggaan kampung halamannya di Cikunir, Bekasi. Malam kemenangan atas Yaman dirayakan warga dengan nonton bareng di gang sempit tempat ia dibesarkan.

Ayahnya, Ahmad, tak bisa menyembunyikan haru sekaligus rindu, karena Zahaby harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga demi turnamen ini. "Hasilnya sebanding. Alhamdulillah," kata Ahmad, yang bermimpi melihat anaknya berkarier di klub Eropa suatu hari nanti.

Perjalanan Zahaby masih panjang. Setelah Piala Asia U-17, ia akan kembali fokus bersama Persija dan mempersiapkan diri untuk Piala Dunia U-17 2025.

Dengan tinggi badan 171 cm, kemampuan ambidextrous (menggunakan kedua kaki), dan semangat juang yang tinggi, Zahaby digadang-gadang sebagai calon bintang masa depan sepak bola Indonesia.

Dari gang kecil di Bekasi hingga panggung dunia, Zahaby Gholy membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat sederhana, asalkan ada usaha dan doa yang menyertainya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Zahaby Gholy #Timnas U 17 #nganjuk #radar nganjuk #KOTA ANGIN