Francesco Bagnaia mengaku kecewa setelah ban depan baru buatan Michelin yang dianggap sangat potensial batal digunakan di ajang MotoGP.
Ban ini sebelumnya dirancang khusus untuk menjawab tantangan teknologi modern seperti aerodinamika ekstrem dan perangkat ride-height yang membuat beban di roda depan meningkat tajam.
Ban baru ini awalnya dijadwalkan debut pada musim 2024, namun akhirnya diputuskan batal digunakan dan ditunda hingga 2026.
Baca Juga: Yamaha Uji Aerodinamika Belakang Baru untuk Mesin V4 di Tes Brno
Padahal, Michelin sudah memamerkan peningkatan signifikan, termasuk kestabilan suhu dan tekanan saat motor berada di belakang lawan.
"Ini keputusan yang bisa dimengerti," kata Bagnaia. "Michelin akan beralih fokus ke Superbike, jadi wajar jika mereka mulai mengalihkan pengembangan ke sana."
Meski demikian, juara dunia dua kali itu tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. "Sangat disayangkan, karena saya sudah mencoba ban itu di Misano tahun lalu dan rasanya luar biasa."
Pujian dari Pembalap dan Data Positif
Bukan hanya Bagnaia yang memuji. Jorge Martin juga menunjukkan performa impresif saat menjajal ban tersebut.
Bos Michelin MotoGP, Piero Taramasso, menegaskan keduanya langsung melaju cepat dengan ban anyar.
"Ban ini lebih tahan tekanan dan suhu. Ideal untuk duel jarak dekat. Kalau kami bisa mengurangi efek tekanan berlebih, akan banyak aksi overtake dan pertarungan ketat," jelas Bagnaia, yang selama ini kerap kesulitan saat terjebak di belakang pembalap lain dengan Desmosedici GP25-nya.
Baca Juga: Luca Marini Siap Comeback, Bakal Jalani Tes MotoGP di Brno
Ban tersebut juga diklaim lebih ringan 1 kg dari versi sebelumnya (5,5 kg dari sebelumnya 6,5 kg), namun lebih besar dan lebih stabil.
Taramasso menyebut desainnya memberikan feedback lebih saat pengereman, meski membutuhkan penyesuaian ulang pada motor.
"Mayoritas pembalap suka. Ada yang langsung cocok, ada yang belum nemu setelan yang pas. Tapi hampir semua merasakan potensinya," ujar Taramasso.
Namun, sikap berbeda muncul dari tim. Banyak tim menolak perubahan karena ban baru menuntut perubahan besar dalam setup motor.
“Tim lebih memilih stabilitas dan prediktabilitas. Mereka sudah paham karakter ban saat ini, jadi enggan ambil risiko,” katanya.
Baca Juga: Pecah Telur! Kontingen Asal Nganjuk Dapat Emas Pertama
Gagal Dipakai, Fokus Bergeser ke Superbike
Dengan kepastian bahwa Pirelli akan menggantikan Michelin sebagai pemasok ban eksklusif MotoGP mulai 2027, fokus pengembangan akhirnya dialihkan.
Ban depan baru yang sempat dipuji para rider akan digunakan di ajang World Superbike (WSBK), di mana Michelin akan jadi pemasok tunggal mulai 2027.
"Keputusan ini kami ambil bersama. Memperkenalkan ban baru di tengah musim bukan ide bagus," ujar Taramasso.
"Padahal potensi ban ini luar biasa, tapi dengan waktu kami yang terbatas di MotoGP, lebih baik menyelesaikan sisa musim dengan model yang sudah dikenal semua pihak."
Baca Juga: Yamaha Uji Aerodinamika Belakang Baru untuk Mesin V4 di Tes Brno
Bagnaia bisa memahami alasan di balik keputusan tersebut, tetapi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Sayang sekali ban sebagus ini tidak bisa membuktikan diri di lintasan," ujarnya.
Editor : Miko