Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mega Tetap Memakai No 8 Di Liga 1 Voli Putri Turki?

Jauhar Yohanis • Kamis, 10 Juli 2025 | 19:06 WIB

Nama Megawati terpampang di deretan pemain Manisa BBS dengan nomor punggung 8
Nama Megawati terpampang di deretan pemain Manisa BBS dengan nomor punggung 8

Nomor 8 yang Tak Tergantikan: Kisah Cinta Red Sparks untuk Megawati

Di dunia olahraga profesional, nomor punggung sering kali dianggap sebagai identitas pemain. Namun, di klub voli Korea Selatan Red Sparks, nomor 8 telah melampaui sekadar angka. Ia telah menjadi simbol, cerita, dan kenangan tentang sosok yang sangat dicintai: Megawati Hangestri Pertiwi.

Megawati, pemain voli asal Indonesia, mencatatkan musim luar biasa bersama Red Sparks pada tahun 2023–2024. Ia tidak hanya tampil impresif secara statistik, tetapi juga menjadi jantung emosional tim. Dalam waktu singkat, ia menjelma dari "pemain asing" menjadi ikon klub. Ketenangan, kerja keras, dan ketulusan Megawati menjadikan dirinya figur yang dihormati di dalam dan luar lapangan.

Setelah musim usai, Megawati memutuskan untuk rehat sejenak dari liga Korea. Kepergiannya menyisakan kekosongan mendalam bagi Red Sparks. Bukan hanya kehilangan mesin poin, mereka seperti kehilangan jiwa tim. Nomor 8 yang dulu melekat di punggung Megawati pun tidak diberikan kepada siapapun. Jersey itu tetap tergantung di ruang ganti, tidak dicuci, tidak dipindahkan. Seolah klub berharap Mega akan kembali dan mengenakannya lagi suatu hari nanti.

Drama emosional terjadi saat pemain asing baru, Eliza Zanet, datang ke Red Sparks dan meminta untuk memakai nomor 8—sebuah permintaan yang biasa di dunia olahraga. Namun, manajemen Red Sparks dengan cepat menolak. Bagi mereka, nomor 8 telah menjadi bagian dari sejarah klub, warisan dari perjuangan Megawati. Penolakan itu bukan karena tidak menghargai Zanet, tapi justru karena mereka terlalu menghormati Megawati.

Yang mengejutkan, Zanet menerima keputusan itu dengan lapang dada. Setelah mengetahui kisah Megawati, ia bahkan meminta untuk menonton ulang pertandingan Red Sparks musim sebelumnya. Ia ingin memahami siapa Megawati bukan hanya dari data, tetapi dari semangatnya memimpin tim. Sebagai bentuk penghormatan pribadi, ia menuliskan angka 8 kecil di bagian dalam sepatunya—sebuah gestur sederhana namun penuh makna.

Keputusan Red Sparks untuk "memensiunkan" nomor 8 menuai pujian dari publik. Tagar #Nomor8UntukMega menjadi tren di media sosial, baik di Korea maupun Indonesia. Spanduk bertuliskan "Nomor 8 Tidak Sendirian" muncul di berbagai sudut stadion. Bahkan anak-anak kecil seperti Sumin, 10 tahun, masih datang ke stadion memakai jersey Megawati. Ketika ditanya kenapa, ia hanya menjawab polos, “Karena Mega belum pamit. Dia cuma pergi sebentar.”

Kisah Megawati tidak berhenti di sini. Dalam salah satu pertandingan kandang, klub memutar video penghormatan berisi momen-momen Megawati di layar besar stadion. Penonton terdiam, lalu bergemuruh oleh tepuk tangan yang tulus. Di kursi VIP, pelatih Koh Jin tampak berkaca-kaca. Di sampingnya, kursi kosong dibiarkan terbuka—tempat biasa Megawati duduk saat cedera ringan. Sebuah simbol bahwa meski ia tidak hadir secara fisik, semangatnya masih hidup di Red Sparks.

Manajemen klub akhirnya mengeluarkan pernyataan singkat: “Kami tidak tahu kapan Megawati akan kembali, tapi nomor 8 akan tetap menunggu.” Kalimat sederhana ini cukup untuk membuat publik yakin bahwa cerita Megawati dan Red Sparks belum selesai.

Nomor 8 kini bukan sekadar angka. Ia telah menjadi ruang kosong yang penuh harap, cinta, dan kesetiaan. Di dunia olahraga yang keras dan cepat berubah, Red Sparks menunjukkan bahwa masih ada tempat bagi kenangan dan janji. Dan di antara banyak kisah olahraga yang terlupakan seiring waktu, kisah Megawati dan Red Sparks justru terus bergema.

Karena dalam hati semua yang mencintainya, Megawati belum pernah benar-benar pergi. Ia hanya sedang jauh—dan rumahnya di Red Sparks akan selalu terbuka untuknya.

Megawati Tetap Menggunakan Nomor Punggung 8 di Turki

Dalam line up pemain, Manisa BBSK dalam situsnya memampang nama Megawati dengan nomor punggung 8. Begitu sakralkah nomor itu? Hanya Mega yang tahu. 

Yang jelas ketika di Redsparks no 8 menjadi perekat dan pendulang poin. Itulah sebabnya ketika Megawati berseloroh ke Ko Hee Jin, "Nomor 8 jangan dipakai ya?" Manajemen Red Sparks mengabulkan permintaan itu. Walaupun saat itu diungkapkan dengan berseloroh.

Semoga Mega sukses di Turki

Editor : Jauhar Yohanis
#Megawati Hangestri #Red Sparks #Manisa BBSK