Prestasinya makin mengesankan pada 2023 dan 2024. Di dua musim itu, Bagnaia bukan hanya memenangi balapan utama, tapi juga menguasai sprint race dan merebut pole position. Sebuah dominasi mutlak.
Baca Juga: Balik Lagi ke Betis, Antony! Seruan dari Mantan Rekan Setim
Namun, musim 2025 menghadirkan cerita berbeda. Sejak awal musim, GP25 miliknya kerap bermasalah, membuat performanya naik turun. Hingga jelang GP Austria, Bagnaia baru mengoleksi:
-
1 kemenangan (GP Amerika)
-
1 pole position (GP Ceko)
-
Beberapa podium, tapi tertinggal jauh di klasemen
Saat ini, Bagnaia berada di posisi ketiga klasemen sementara, terpaut 147 poin dari pemuncak klasemen, Marc Marquez. Rival-rivalnya—Marc Marquez, Alex Marquez, dan Marco Bezzecchi—sedang tampil konsisten dan siap memanfaatkan celah sekecil apa pun.
Lebih rumit lagi, Bagnaia tahun ini gagal menang di trek favoritnya seperti Mugello dan Assen. Jika di sirkuit “langganan” saja belum berjaya, mampukah ia mempertahankan dominasi di Red Bull Ring?
Meski begitu, mengabaikan Bagnaia sepenuhnya jelas keliru. Karakter balapnya yang tenang dan strategis sering membuatnya memanfaatkan situasi tak terduga. Jika Ducati mampu menemukan setelan tepat, peluang menang tetap ada meski tipis.
Baca Juga: Joao Pedro Santai Hadapi Persaingan dengan Liam Delap di Lini Depan Chelsea
Namun, realistisnya, mempertahankan rekor hattrick dan menambah kemenangan keempat beruntun di Austria akan jadi misi berat. Kans podium memang lebih besar, tapi untuk mengangkat trofi lagi, Pecco harus mengerahkan semua—mulai dari skill, strategi, hingga sedikit keberuntungan.
Nah, menurut kalian, Pecco Bagnaia bakal juara lagi di Red Bull Ring, atau kali ini rekor berhentinya?
Editor : Miko