Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Poundfit vs Zumba, Mana yang Paling Seru?

Internship Radar Kediri • Selasa, 9 September 2025 | 22:19 WIB
poudfit vs zumba
poudfit vs zumba

JP RADAR NGANJUK-Olahraga sekarang sudah bukan lagi kegiatan monoton yang cuma muter di treadmill atau angkat-angkat beban. Pilihannya makin beragam, bahkan ada kelas yang dibuat seru dengan musik pengiring. Dua yang lagi digemari adalah Zumba dan Poundfit. Keduanya sama-sama bikin badan gerak nonstop, penuh energi, dan pastinya menyehatkan. Sekilas terlihat mirip karena sama-sama pakai irama musik, tapi sebenarnya punya gaya gerakan, manfaat, dan sensasi yang berbeda saat dijalani.

Zumba pertama kali muncul di Kolombia pada awal 1990-an berkat ide kreatif seorang instruktur bernama Alberto “Beto” Perez. Ceritanya, ia lupa membawa musik untuk kelas aerobik, lalu menggantinya dengan kaset berisi lagu-lagu Latin. Dari situ, lahirlah gerakan spontan mengikuti irama Salsa, Merengue, sampai Reggaeton, yang kemudian berkembang menjadi olahraga hits bernama Zumba.

Keunggulan utama Zumba ada pada suasana yang tercipta seperti peserta merasa sedang berada di pesta dansa, bukan sedang olahraga. Tak heran, banyak yang mengaku tidak sadar sudah berkeringat deras karena terlalu asyik mengikuti irama musik. Dalam satu sesi berdurasi 45–60 menit, Zumba bisa membantu membakar sekitar 500–800 kalori. Selain efektif untuk penurunan berat badan, gerakan tariannya juga membuat tubuh lebih lentur dan segar.

Menurut ulasan yang dimuat dalam Journal of Sports Science & Medicine (2019), Zumba digolongkan sebagai latihan aerobik dengan intensitas sedang hingga tinggi. Penelitian tersebut membuktikan bahwa Zumba mampu meningkatkan kapasitas kardiorespirasi sekaligus menurunkan kadar lemak tubuh, terutama jika dilakukan secara teratur setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Sementara itu, Poundfit menawarkan pengalaman olahraga yang berbeda. Terinspirasi dari energi seorang drummer di panggung musik, olahraga ini diciptakan dua musisi Amerika, Kirsten Potenza dan Cristina Peerenboom. Ciri khasnya adalah penggunaan Ripstix, stik hijau neon khusus yang ringan namun dirancang untuk memberi sensasi menghentak sesuai ritme musik.

Gerakan Poundfit memadukan elemen yoga, pilates, squat, dan lunges dengan hentakan stik mengikuti musik rock atau pop yang menghentak. Dalam satu kelas berdurasi 45 menit, peserta bisa membakar sekitar 400–600 kalori. Poundfit tidak hanya meningkatkan stamina dan membentuk otot inti, tetapi juga menjadi pelepas stres. Banyak orang menyebut setiap ketukan stik seolah menjadi cara melepaskan beban pikiran.

Menurut American Council on Exercise (ACE), olahraga berbasis musik yang melibatkan seluruh tubuh seperti Poundfit dapat membantu meningkatkan koordinasi, mengaktifkan otot besar, serta merangsang pelepasan hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih baik.

Perbedaan Zumba dan Poundfit

Meski sama-sama mengandalkan musik sebagai penggerak, nuansa yang dibawa keduanya berbeda. Zumba menghadirkan suasana ceria melalui musik Latin, pop, dan Electronic Dance Music. Gerakannya didominasi tarian penuh warna yang membuat peserta tersenyum sepanjang sesi. Poundfit justru lebih ritmis dan bertenaga. Musik yang dipakai biasanya lebih keras, mirip konser, sementara gerakannya fokus pada kekuatan tubuh bagian bawah dan otot inti.

Dari sisi manfaat, Zumba unggul dalam membakar kalori karena tempo gerakan yang cepat dan berkesinambungan. Bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dengan cara menyenangkan, Zumba bisa menjadi pilihan tepat. Poundfit, di sisi lain, lebih menekankan pada penguatan otot dan koordinasi tubuh. Squat serta lunges yang terus diulang membantu mengencangkan kaki dan perut, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

Seperti halnya olahraga lain, Zumba dan Poundfit punya kelebihan sekaligus keterbatasan. Zumba dikenal ramah bagi pemula. Gerakannya sederhana dan bisa diikuti tanpa harus memiliki kemampuan menari. Suasananya yang meriah membuat banyak orang betah ikut berkali-kali. Namun, karena fokus utamanya pada kardio, hasil pembentukan otot tidak terlalu signifikan.

Poundfit justru menawarkan tantangan yang lebih besar. Kombinasi gerakan dengan Ripstix membuat latihan terasa intens, cocok untuk yang ingin tubuh lebih kencang. Akan tetapi, bagi pemula, ritme dan intensitas Poundfit bisa terasa cukup berat di awal. Diperlukan adaptasi sebelum tubuh terbiasa mengikuti gerakan dengan benar.

Mana yang Tepat?

Jika tujuanmu adalah menikmati olahraga dengan suasana riang, musik meriah, dan ingin membakar kalori dalam jumlah besar, Zumba bisa menjadi sahabat terbaik. Tapi jika kamu menyukai olahraga yang lebih berenergi, penuh hentakan, dan memberi efek toning otot yang lebih jelas, maka Poundfit jawabannya.

Apapun pilihannya, konsistensi tetap menjadi kunci utama. Olahraga yang paling efektif bukanlah yang paling populer atau paling berat, melainkan yang sanggup membuat kita terus melakukannya dengan senang hati.

Jadi, apakah kamu lebih suka larut dalam irama tarian ala pesta, atau menyalurkan energi dengan menghentakkan stik seperti seorang drummer? Pilihan ada di tanganmu.

Penulis: Annisa Aulia Mujiono-Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya-Magang Jawa Pos Radar Kediri

American Council on Exercise (ACE). Group Fitness Trends and Benefits of Pound Fitness. (2020).
Journal of Sports Science & Medicine. The Effect of Zumba Fitness on Cardiovascular and Body Composition Parameters in Women. (2019).
Mayo Clinic. Aerobic exercise: Top 10 reasons to get moving. (2023).

Editor : Jauhar Yohanis
#poundfit #Ritme #olahraga #zumba #musik