Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah

Hari Pendidikan Nasional: Menelusuri Lima Sekolah Bersejarah Warisan Pahlawan di Nganjuk

Elna Malika • Jumat, 2 Mei 2025 | 18:41 WIB
Suasana Belajar Mengajar di SMAN 2 Nganjuk
Suasana Belajar Mengajar di SMAN 2 Nganjuk
 
JP Radar Nganjuk - Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) untuk menghormati jasa para pahlawan pendidikan, terutama Ki Hajar Dewantara, yang lahir pada tanggal tersebut di Yogyakarta pada tahun 1889.
 
Beliau, yang mendirikan Taman Siswa pada 1922, dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional yang memperjuangkan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kaum bangsawan atau keturunan Belanda.
 
Semangatnya terus hidup di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang dikenal sebagai "Kota Angin" dan tempat kelahiran dr. Soetomo, salah satu pendiri Boedi Oetomo.
 
Dalam rangka Hardiknas, artikel ini mengajak Anda menelusuri lima sekolah bersejarah di Nganjuk yang menjadi warisan para pahlawan pendidikan, mencerminkan perjuangan mereka untuk mencerdaskan bangsa.
 
 
1. SMP Negeri 1 Nganjuk: Pusat Pendidikan Unggulan
SMP Negeri 1 Nganjuk merupakan salah satu sekolah tertua dan terbaik di Nganjuk, yang menempati peringkat pertama dalam daftar SMP terbaik berdasarkan nilai Ujian Nasional Kemdikbud 2019.
 
Sekolah ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mewarisi semangat dr. Soetomo, pahlawan nasional kelahiran Nganjuk yang memperjuangkan pendidikan melalui Boedi Oetomo.
Didirikan pada era kolonial, sekolah ini awalnya bertujuan mendidik anak-anak pribumi terpilih.
 
Kini, SMP Negeri 1 Nganjuk menjadi simbol pendidikan inklusif, mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dan karakter dalam kurikulumnya, sejalan dengan visi Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan.
 
2. SMK Negeri 1 Nganjuk: Meneruskan Semangat Kemandirian
SMK Negeri 1 Nganjuk, yang terletak di Jl. Dr. Soetomo, Kauman, merupakan sekolah kejuruan yang mengusung semangat kemandirian dan inovasi.
 
Sekolah ini mencerminkan perjuangan pahlawan pendidikan seperti Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang menekankan pentingnya pendidikan praktis untuk pemberdayaan masyarakat.
 
Dengan jurusan seperti Teknik Audio Video, Kendaraan Ringan, dan Komputer Jaringan, SMK Negeri 1 Nganjuk telah menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berprestasi di tingkat nasional.
 
Website resmi sekolah menyebutkan bahwa mereka terus memperbarui fasilitas dan kurikulum untuk mendukung pendidikan berbasis teknologi, sesuai dengan tema Hardiknas 2024, “Bergerak Bersama Melanjutkan Merdeka Belajar.”
 
 
3. SDN Pace 1: Jejak Pendidikan Dasar Pribumi
SDN Pace 1, berlokasi di Kecamatan Pace, adalah salah satu sekolah dasar tertua di Nganjuk yang mencerminkan perjuangan pahlawan seperti Dewi Sartika, yang mendirikan Sekolah Istri untuk pendidikan perempuan pada 1904.
 
Meski tidak ada catatan langsung bahwa sekolah ini didirikan oleh Dewi Sartika, SDN Pace 1 menjadi bagian dari gerakan pendidikan dasar bagi pribumi pada masa kolonial, khususnya untuk anak-anak dari keluarga petani.
 
Sekolah ini mengajarkan dasar-dasar membaca, menulis, dan berhitung, serta menanamkan nilai-nilai budaya lokal.
 
Hingga kini, SDN Pace 1 tetap relevan dengan mengadopsi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan kreativitas siswa.
 
4. MAN 2 Nganjuk: Warisan Pendidikan Islam
MAN 2 Nganjuk mewakili warisan pahlawan pendidikan Islam seperti K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dan K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.
 
Sekolah ini menggabungkan pendidikan agama dan umum, mencerminkan visi Hasyim Asy’ari yang mendirikan pesantren sebagai pusat pendidikan pada abad ke-20.
 
Berlokasi di pusat kota Nganjuk, MAN 2 dikenal karena prestasi akademik dan ekstrakurikuler, seperti kejuaraan MTQ dan sains.
 
Sekolah ini juga aktif dalam kegiatan keagamaan, seperti peringatan Hari Santri, yang memperkuat identitas kebangsaan dan keislaman, sejalan dengan semangat Hardiknas untuk memajukan kebudayaan.
 
5. SMA Negeri 2 Nganjuk: Membangun Generasi Berpikiran Terbuka
SMA Negeri 2 Nganjuk, yang berdiri sejak era kemerdekaan, mewarisi semangat R.A. Kartini, yang memperjuangkan pendidikan perempuan melalui Sekolah Kartini pada 1903.
 
Sekolah ini dikenal karena komitmennya terhadap kesetaraan gender dalam pendidikan, dengan jumlah siswa perempuan yang signifikan dan program ekstrakurikuler yang mendukung pemberdayaan, seperti pramuka dan seni.
 
SMA Negeri 2 Nganjuk juga menerapkan konsep “tiga dinding” Ki Hajar Dewantara, di mana pembelajaran tidak terbatas pada kelas, tetapi melibatkan kegiatan luar seperti karya wisata dan pelatihan kepemimpinan. Sekolah ini terus berinovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan progresif.
 
 
Kelima sekolah ini bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga monumen hidup dari perjuangan para pahlawan pendidikan.
 
Mereka mencerminkan nilai-nilai seperti nasionalisme, kesetaraan, dan kemandirian, yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern, seperti digitalisasi dan globalisasi.
 
Di Nganjuk, yang akan merayakan hari jadinya ke-1088 pada April 2025, sekolah-sekolah ini menjadi bukti bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa, sebagaimana diyakini oleh Ki Hajar Dewantara dan pahlawan lainnya.
 
Peringatan Hardiknas 2025 mengajak kita untuk “Bergerak Bersama,” mengintegrasikan warisan pahlawan ini dengan inovasi untuk menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.
 
Dengan mengenal sekolah-sekolah bersejarah di Nganjuk, kita diajak untuk menghargai perjuangan para pahlawan pendidikan dan meneruskan semangat mereka.
 
Mari jadikan Hardiknas sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat demi pendidikan yang lebih baik, sebagaimana visi “Merdeka Belajar” yang terus digaungkan.
 
Editor : Elna Malika
#bersejarah #sma #pahlawan #radar nganjuk berita hari ini #nganjuk #warisan #smk #hari pendidikan nasional #sd #sekolah #smp