Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

SMA Pertama di Nganjuk Berdiri Tahun Berapa Ya? Ini Sejarahnya

Dedy Nurhamsyah • Selasa, 13 Mei 2025 | 18:00 WIB
SMA Pertama di Nganjuk Berdiri Tahun Berapa Ya? Ini Sejarahnya
SMA Pertama di Nganjuk Berdiri Tahun Berapa Ya? Ini Sejarahnya

JP Radar Nganjuk - Berangkat dari tekad dan semangat masyarakat Kertosono akan kebutuhan lembaga pendidikan menengah atas sebagai wahana untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Dan didorong kepedulian beberapa tokoh masyarakat yang dimotori oleh mas Margono (pembantu bupati, kepala daerah Nganjuk di Kertosono), Mochamad Fadil ( Pengurus PN Garam Kertosono), mas Soetejo ( pemeriksa pendidikan masyarakat di kertosono) dan Mochamad Sofcan (pedagang).

Pada tahun 1964 berdirilah sebuah yayasan yang berdiri dalam dunia pendidikan, yaitu yayasan pendidikan lanjutan atas Kertosono dengan akta notaris Mudjiono di Kediri 16 juni 1964.

Yayasan pendidikan lanjutan atas Kertosono pada saat itu juga mendirikan sekolah menengah atas di Kertosono yang di kenal dengan SMA YPK sangat membanggakan masyarakat Kertosono dan sekitarnya sehingga perkembangannya sangat cepat.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, banyak masyarakat yang menghendaki dibukanya sekolah kejuruan tingkat atas.

Untuk menjawab semangat dantuntunan masyarakat akan kebutuhan pendidikan dan pengetahuna serya ketrampilan di bidang ekonomi dan perkantoran, tepatya pada tahon 1969 yayasan pendidikan kejuruan atas Kertosono membuka sekolah menengah ekonomi atas atau SMEA YPK ynag menempati gedung SMA YPK pada sore harinya.

Adanya SMA dan SMEA YPK yang merupakan sekolah swasta, tampaknya belum membuat puas masyarakat tokoh-tokoh masyarakat Kertosono. Mereka menginginkan sekolah negeri di Kertosono.

Maka berdasarkan surat penyerahan nomor YPK 01/A/V/1975 tanggal 06 maret 1975, bapak slamet selaku pembantu Bupati kepala daerah tingkat II nganjuk di Kertosono bertindak atas nama pengurus yayasan pendidikan lanjutan atas Kertosono menyerahkan bangunan gedung dan isinya kepada menteri pendidikan dan kebudayaan republik Inidonesia pada saat itu bapka Prof. Dr. Syarif Thayeb sebagai wakil dari pemerintah pusat.

Sejak saat itu SMA YPK Kertosono telah berubah status menjadi SMA Negeri 1 Kertosono.

Pendidikan menengah atas di Kabupaten Nganjuk mulai berkembang sejak tahun 1973. Saat itu, pemerintah mendirikan Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) sebagai cikal bakal SMA di wilayah ini.

SMPP Nganjuk didirikan pada tahun ajaran 1973/1974 dan menjadi satu-satunya sekolah menengah atas di kota kala itu.

Lokasinya berada di Jalan Dr. Soetomo, yang kini menjadi area SMK Negeri 1 Nganjuk. Kehadirannya menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan modern di Nganjuk.

Baca Juga: Meski Besok Pengumuman SPMB Jalur Domisili, SMPN 5 Kertosono Nihil Pendaftar. Begini Penjelasan Disdik

Pada 1980, melalui keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, SMPP Nganjuk resmi berubah nama menjadi SMA Negeri 1 Nganjuk.

Perpindahan lokasi ke gedung baru di Jalan Kapten Kasihin, Kelurahan Cangkringan, dilakukan pada 4 Januari 1982.

Peristiwa ini dikenal sebagai “boyongan” dan masih dikenang hingga kini oleh alumni.

Tak lama setelah itu, pada 17 Januari 1974, berdiri lagi satu unit SMPP baru yang kemudian dikenal sebagai SMA Negeri 2 Nganjuk.

Nama itu baru resmi dipakai pada tahun 1985, dan kemudian dikukuhkan kembali pada 2004 setelah keluarnya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kedua sekolah ini menjadi pionir pendidikan menengah atas di Nganjuk dan hingga kini tetap menjadi favorit.

“Sejarah ini penting diketahui generasi muda agar lebih menghargai perjuangan pendidikan di daerah,” ujar Mulyono, salah satu alumni angkatan awal SMADA.

Editor : Elna Malika
#kertosono #wahana #Smada #sma #YPK #radar nganjuk berita hari ini #tekad #nganjuk #Sistem Pendidikan Nasional #lembaga pendidikan #yayasan #SMPP #sekolah kejuruan #Menengah #SMEA #semangat