Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pendaftar di SMAN 1 Kertosono Overload, Persaingan SPMB Tahap Satu Ketat!

Karen Wibi • Rabu, 18 Juni 2025 | 02:15 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk - Pendaftar di hari kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN membeludak.

Banyak sekolah yang pendaftarnya melebihi kuota. Salah satunya terjadi di SMAN 1 Kertosono atau Smaker.

Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur (Jatim) wilayah Nganjuk Iwan Triyono menjelaskan, sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak terjadi di SMAN 1 Kertosono.

Hingga pukul 13.00 WIB, jumlah pendaftar di sekolah yang dikenal dengan nama Smaker itu sudah mencapai 281 pendaftar.

Rinciannya jumlah pendaftar terbanyak terjadi pada jalur afirmasi atau keluarga tidak mampu sebanyak 133 pendaftar. Padahal, kuota untuk jalur tersebut hanya 50 kursi.

Baca Juga: Catat! Ini Rincian Kuota SPMB Jatim 2025 dari Jalur Afirmasi, Mutasi, Prestasi, dan Domisili

Jalur kedua terbanyak terjadi pada jalur kuota prestasi non-akademik. Hingga siang kemarin pendaftar sudah mencapai 80 siswa. Padahal kuota yang disediakan hanya 12 kursi.

“Seluruh kuota yang dibuka di SMAN 1 Kertosono sudah melebihi kuota kecuali untuk kuota disabilitas,” tambah Iwan.

Lebih lanjut, priayang juga menjabat Kacabdindik Probolinggo ini menjelaskan jumlah pendaftar terbanyak kedua ada di SMAN 1 Tanjunganom.

Hingga siang kemarin jumlah pendaftar di sekolah tersebut mencapai 277 pendaftar. Dengan jumlah pendaftar terbanyak pada jalur afirmasi.

Yaitu 176 pendaftar dari kuota yang hanya 46 kursi.

Baca Juga: SD ‘Aisyiyah 1 Nganjuk Gelar Pelepasan Siswa dan Tahfidz Award. Ciptakan Generasi Tangguh Menjadi Penebar Kebaikan

Sedangkan di pendaftar terbanyak di urutan ketiga ada SMAN 2 Nganjuk. Hingga siang kemarin sudah ada 271 pendaftar.

Jumlah pendaftar terbanyak ada pada jalur afirmasi dengan total 106 pendaftar dari kuota yang hanya 48 kursi. “Mayoritas pendaftar di tahap pertama memilih jalur afirmasi,” tambahnya.

Lalu sekolah mana yang memiliki pendaftar paling sedikit? Menanggapi pertanyaan itu, Iwan mengatakan sekolah dengan pendaftar paling sedikit terjadi di SMAN 1 Pace.

Hingga siang kemarin baru ada 24 pendaftar di sekolah tersebut. Sebanyak 23 diantaranya mendaftar pada jalur afirmasi.

Sedangkan, satu sisanya mendaftar pada kuota anak guru.

Iwan mengatakan, jumah tersebut masih bisa berubah. Karena diketahui data tersebut hanya hingga pukul 13.00 WIB. Sedangkan, SPMB untuk tahap pertama ditutup hingga pukul 21.00 WIB.

Baca Juga: Catat! Ini Rincian Kuota SPMB Jatim 2025 dari Jalur Afirmasi, Mutasi, Prestasi, dan Domisili

Untuk rangkaian jadwal untuk pendaftaran tahap pertama. Selain pendaftaran pada 16 dan 17 Juni, ada beberapa tanggal yang wajib diingat oleh pendaftar.

Seperti verifikasi dan validasi yang akan berlangsung 17 hingga 19 Juni. Dilanjutkan dengan pengumuman hasil akhir pada 20 Juni.

Lalu, bagi pendaftar yang sudah diterima wajib mencetak bukti penerimaan pada hari yang sama. Ditutup dengan daftar ulang di SMAN atau SMKN yang dituju pada 20 dan 21 Juni.

Sementara itu, De, salah satu orang tua wali murid yang mendaftarkan anaknya di Smaker mengaku waswas.

Dia khawatir anaknya tidak lolos SPMB tahap pertama. “Tidak bisa lihat saingannya. Jadi, gak yakin bisa lolos atau tidak,” ujarnya. 

Baca Juga: SD ‘Aisyiyah 1 Nganjuk Gelar Pelepasan Siswa dan Tahfidz Award. Ciptakan Generasi Tangguh Menjadi Penebar Kebaikan

Ibu dua anak ini mengatakan, jika tidak lolos di SPMB tahap pertama, dia akan mencoba SPMB tahap kedua atau jalur domisili.

Namun demikian, dia juga tidak yakin. Karena alamat rumahnya cukup jauh dari Smaker. “Ya mudah-mudahan lolos di SPMB tahap 1,” harapnya. (wib/tyo)

Editor : Miko
#kacabdindik #tahap 1 #jatim #kuota #smaker #pendaftaran #SPMB 2025 #nganjuk #SMAN 1 Kertosono #siswa #sekolah