Skor TKA Berpengaruh ke Sekolah Lanjutan! Dewan Pendidikan Nganjuk Warning Soal Kecurangan
Karen Wibi• Rabu, 2 Juli 2025 | 03:15 WIB
TKA tak boleh bocor
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Rencana Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar pada jenjang SD, SMP, dan SMA mendapat respons positif dari Dewan Pendidikan Kabupaten Nganjuk dan Dewan Pembina PGRI Kabupaten Nganjuk. Dengan syarat antara dinas dan sekolah harus memiliki visi yang sama. “Jangan ada kecurangan di TKA,” tandas Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Nganjuk Roni S. Sya’roni.
Dia percaya program TKA yang akan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan membawa dampak positif bagi pelajar di Kota Angin. “Saya percaya TKA akan membawa dampak yang bagus. Terlebih untuk memotivasi pelajar,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Sya’roni menjelaskan, tujuan utama diadakannya TKA adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Terlebih setelah melihat fakta bahwa masih ada pelajar di tingkat SMP dan SMA yang tidak menguasai hitung-hitungan dasar. Selain itu, TKA juga dapat memetakan kemampuan siswa per daerah. “Data tersebut dapat dijadikan evaluasi pendidikan di tahun ajaran berikutnya,” tambahnya.
Namun untuk memastikan rencana itu berhasil, ada hal yang harus dilakukan oleh dinas hingga sekolah. Yaitu untuk menghilangkan segala bentuk kecurangan yang ada. Salah satunya seperti kebocoran soal yang akan diujikan. “Antara kementerian, dinas, hingga sekolah harus memiliki visi yang sama. Yaitu, TKA untuk evaluasi agar pendidikan di Indonesia lebih baik lagi,” imbuhnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Dewan Pembina PGRI Kabupaten Nganjuk Sujito. Sujito mengatakan, TKA dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dianggap menurun beberapa waktu terakhir.
Sujito percaya, dengan diadakannya TKA, siswa akan termotivasi untuk belajar. Terlebih nilai yang didapat pada TKA akan berpengaruh pada kesempatan siswa untuk mendaftar di jenjang berikutnya. “TKA itu sangat diperlukan karena dapat digunakan untuk mengetahui potensi siswa,” terangnya. (wib/tyo)