NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN di Kabupaten Nganjuk seharusnya berakhirkemarin (13/7). Karena hari ini (14/7) seluruh siswa di Nganjuk mulai mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Namun demikian, ada kemungkinan SPMB akan diperpanjang oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir mengatakan, ada kemungkinan SPMB SMPN akan diperpanjang untuk SMPN yang mengalami kekurangan murid. “Kami masih akan melakukan evaluasi terhadap SPMB di tingkat SDN hingga SMPN,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Perlu diketahui, Kabupaten Nganjuk telah merampungkan SPMB online untuk SD dan SMP. Namun ternyata masih banyak sekolah yang kekurangan murid. Alhasil, untuk memenuhi jumlah murid di sekolah, Disdik memperpanjang SPMB. Namun perpanjangan hanya dilakukan secara offline.
Sesuai jadwal, SPMB offline akan rampung ketika sekolah memasuki tahun ajaran baru. Sedangkan, mulai hari ini, seluruh siswa SD hingga SMP di Nganjuk mulai masuk. Namun Munawir mengatakan, ada kemungkinan SPMB secara offline akan diperpanjang.
Untuk melakukan perpanjangan, Disdik Nganjuk akan melakukan rapat terlebih dahulu. Rencananya rapat evaluasi tersebut akan berlangsung hari ini. Hasilnya adalah keputusan apakah SPMB offline akan diperpanjang atau tidak. “Senin (hari ini, Red) kami masih akan melakukan rapat evaluasi. Nanti kita lihat apakah SPMB offline masih bisa diperpanjang atau tidak,” tambahnya.
Seperti diketahui, di Nganjuk, ada beberapa sekolah yang masih kekurangan murid. Salah satunya seperti yang terjadi di SMPN 5 Kertosono. Saat SPMB online dibuka, sekolah tersebut tidak mendapat sama sekali murid. Sedangkan setelah dilakukan perpanjangan SPMB offline, SMPN 5 Kertosono akhirnya mendapat murid. Totalnya sembilan murid. Sayang hingga kemarin (13/7) jumlah siswa di SMPN 5 Kertosono tidak berubah sejak beberapa minggu sebelumnya.
Hal itu seperti yang disampaikan oleh Kepala SMPN 5 Kertosono Mudayat. Dia menyebut, setelah dibuka awal Juni lalu, tidak banyak siswa yang mendaftar di sekolah yang dipimpinnya. “Masih sembilan murid yang mendaftar,” ujarnya. (wib/tyo)