NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mendukung Kompetisi Akademik yang digelar Jawa Pos Radar Kediri. Karena dengan mengikuti Kompetisi Akademik, siswa bisa mengetahui kemampuannya. “Siswa bisa mengukur kemampuannya di Kompetisi Akademik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi.
Menurut Sopingi, dengan mengikuti kompetisi ini, siswa akan tahu kekurangannya di mana. Khusus bagi siswa SD kelas VI dan SMP kelas IX, kompetisi ini ajang pemanasan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar. Sehingga, dia akan mengetahui kekurangannya di mata pelajaran apa. “Siswa bisa tahu posisinya ada di mana saat ini,” ujarnya.
Baca Juga: Disdik Nganjuk Keluarkan SE Usai FGD Sleep Call, Wajibkan Siswa Belajar Malam dan Kamis Jawa
Karena saat ini tahun ajaran baru masih awal maka siswa dan guru bisa menjadikan kompetisi ini sebagai ajang uji coba untuk mengukur kemampuan siswa.
Apa yang harus diperbaiki bisa diketahui dengan ikut kompetisi ini. “Setiap ada program untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Nganjuk, kami akan selalu mendukung,” ujarnya.
Sementara itu, Endro Purwito, ketua panitia Kompetisi Akademik mengatakan, pendaftaran Kompetisi Akademik sudah dibuka untuk tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Pendaftaran bisa dilakukan secara kolektif di sekolah atau madrasah masing-masing. “Panitia yang akan mendatangi sekolah atau madrasah yang melakukan pendaftaran kolektif,” ujarnya.
Endro mengatakan, Kompetisi Akademik 2025 ini adalah yang kedua. Karena tahun lalu, kompetisi ini juga telah digelar. Pesertanya berasal dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan daerah sekitarnya. “Nanti setiap daerah akan ada juaranya masing-masing,” ujarnya.
Untuk Kabupaten Nganjuk, Endro mengatakan, kemarin, SMPN 4 Nganjuk telah mendaftarkan 70 siswanya ikut Kompetisi Akademik 2025. Ini merupakan keikutsertaan SMPN 4 Nganjuk untuk kedua kalinya. Karena tahun lalu, anak-anak SMPN 4 Nganjuk juga ikut kompetisi ini. “Untuk sekolah dan madrasah di Nganjuk, kami tunggu keikutsertaannya,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis