NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Suasana haru dan khidmat menyelimuti kompleks Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Baitul ‘Izzah yang berada di Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk, Rabu (16/7). Hari itu, keluarga besar YPI Baitul ‘Izzah menggelar acara pelepasan jamaah Umrah yang diikuti guru dan karyawan serta keluarga.
Momen ini bukan sekadar seremoni keberangkatan ke Tanah Suci. Melainkan wujud nyata apresiasi lembaga terhadap dedikasi para pendidik. Sekaligus simbol kuatnya semangat kebersamaan seluruh elemen pendidikan.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari pimpinan yayasan. Dilanjutkan pembacaan doa bagi keselamatan dan kelancaran perjalanan para jamaah.
Kehadiran para guru, murid, kepala sekolah, dan keluarga besar jamaah menambah kekhidmatan suasana. Momen saling berjabat tangan dan mengucapkan selamat jalan menjadi gambaran betapa erat ikatan persaudaraan yang tumbuh dalam lingkungan Baitul ‘Izzah.
Keberangkatan jamaah Umrah tahun ini menjadi momen yang lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, sebanyak 20 orang jamaah diberangkatkan.
Jamaah terdiri dari para guru maupun karyawan. Mulai TK Islam Terpadu (TKIT), SD Islam Terpadu (SDIT), SMP Islam, maupun SMA Islam Insan Cendekia Baitul ‘Izzah. Kemudian, para keluarga orang tua murid yang ingin berangkat umrah bersama dengan rombongan Umrah keluarga besar YPI Baitul ‘Izzah.
Peningkatkan jamaah tahun ini dari keberangkatan sebelumnya, mencerminkan tumbuhnya komitmen yayasan. Terutama dalam menghadirkan program spiritual yang berdampak luas.
Program apresiasi berupa hadiah ibadah Umrah untuk guru dan karyawan ini telah dilaksanakan sebanyak tiga kali sejak tahun 2018. Apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan kepada para guru dan pihak-pihak yang dinilai memiliki dedikasi dan loyalitas dalam dakwah melalui YPI Baitul ‘Izzah.
Hadiah ini diberikan kepada lima orang guru. Dengan rata-rata memiliki masa kerja sekitar 14 tahun sampai 20 tahun tidak terputus di Baitul ‘Izzah.
Keberlanjutan ini menunjukkan bahwa program ini bukanlah kegiatan insidental. Melainkan bagian dari budaya penghargaan yang akan terus dijaga dan dilestarikan.
Yang membuat perjalanan ini semakin bermakna adalah latar belakang pembiayaannya. Program hadiah Umrah ini selain sebagai apresiasi untuk para guru yang didanai oleh yayasan, juga merupakan bagian tindak lanjut dari peringatan 25 tahun Baitul ‘Izzah pada Februari lalu.
Selain itu juga didukung oleh Gerakan Infaq Seribu Rupiah (GERAQ SERU) —sebuah gerakan kolaboratif antara murid, guru, dan orang tua. Selama lebih dari tiga bulan, mereka bahu-membahu mengumpulkan dana yang kemudian diwujudkan dalam bentuk tiket umrah sebagai hadiah dan ungkapan rasa syukur atas perjalanan YPI Baitul ‘Izzah yang mencapai 25 tahun.
Dari kegiatan ini ada tiga hadiah Umrah yang diundi dari seluruh peserta peringatan 25 tahun Baitul ‘Izzah. Terdiri dari guru, murid, dan orang tua murid.
Di tengah lantunan doa dan derai air mata, para hadirin yang terdiri dari kepala sekolah, perwakilan guru dan murid dari SD hingga SMA Islam Insan Cendekia Baitul ‘Izzah, serta anggota keluarga jamaah, merasakan semangat yang sama. Yakni semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Bukan hanya para jamaah yang diberangkatkan yang mendapatkan keberkahan. Tetapi seluruh komunitas sekolah ikut merasakan kebahagiaan yang sama.
Melalui kegiatan ini, YPI Baitul ‘Izzah menegaskan harapannya agar program keberangkatan Umrah tidak lagi menjadi agenda dua atau tiga tahunan. Tetapi dapat diadakan setiap tahun dengan jumlah peserta yang terus bertambah.
Harapan ini sejalan dengan semangat yayasan untuk terus menumbuhkan rasa syukur, berbagi keberkahan, dan memperkuat karakter spiritual seluruh civitas pendidikan. Karena di YPI Baitul ‘Izzah, apresiasi bukan sekadar penghargaan. Namun jalan menuju keberkahan, mengantar cahaya-cahaya mulia ke Tanah Suci, dan membawanya kembali sebagai sumber inspirasi dan keteladanan dalam menjalani misi dakwah dan pendidikan.
Editor : Jauhar Yohanis