Pelajar Nganjuk Kecanduan Sleep Call! Kepala Sekolah Beberkan Ciri dan Cara Ampuh Mengatasinya
Karen Wibi• Rabu, 23 Juli 2025 | 01:30 WIB
BERI SOLUSI: Kepala SMAN 1 Nganjuk Sugiyono menjelaskan cara mendeteksi persoalan siswa.
Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, TKA, dan SPMB 2026 (2)
Kecanduan sleep call pada pelajar di Kota Angin tak boleh semakin parah.Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua. Nah, untuk peran guru, Kepala SMAN 1 Nganjuk Sugiyono memiliki tips jitu.
“Guru itu tugasnya tidak hanya mengajar siswa. Namun juga harus peka terhadap permasalahan yang dialami oleh siswa,” ujarnya saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan SPMB 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Nganjuk pada 16 Juli 2025.Cara tersebut sudah diterapkan di SMAN 1 Nganjuk. Nama programnya adalah ‘Smasa Smile’. Jadi, setiap hari, antara guru dan murid harus saling ‘ senyum dan sapa. Tujuan utamanya adalah membiasakan budaya saling menyapa di lingkungan sekolah.
Namun lebih dalam lagi, cara tersebut dapat dilakukan untuk memonitor siswa. Umumnya, saat disapa, siswa yang sedang memiliki masalah akan terlihat tidak bersemangat. Dari hal itu, guru dituntut untuk bisa mengetahui masalah yang sedang dialami oleh siswa. “Itu peran paling krusial pada guru. Si guru harus peka terhadap sikap siswa. Apakah mungkin siswa tersebut memiliki masalah di dalam atau luar sekolah,” tambahnya.
Nah, menurut Sugiyono, cara tersebut juga dapat mengatasi kecanduan sleep call pada siswa. Karena menurut Sugiyono, siswa yang kecanduan sleep call hingga begadang semalam suntuk memiliki ciri-ciri khusus. Salah satunya adalah selalu mengantuk saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
Jika dipastikan masalah anak tersebut karena sleep call, maka pihak sekolah akan memberi nasihat pada siswa. Dengan tujuannya adalah agar siswa tersebut tidak mengulangi sleep call. Terlebih jika hal tersebut sampai menganggu waktu belajar di sekolah. “Program Smasa Smile bisa menjadi upaya preventif dari pihak sekolah,” tandasnya.
Selanjutnya, Sugiyono meminta guru untuk menghubungi wali murid atau orang tua siswa. Apa yang dialami siswa di sekolah disampaikan ke orang tua wali murid. Sehingga, saat di rumah atau luar sekolah, orang tua yang bertugas mengawasi dan mengontrol anaknya. Karena saat di luar sekolah maka tugas dan tanggung jawab mendidik ada di orang tua. “Kolaborasi antara guru dan orang tua ini yang bisa mengatasi kecanduan handphone termasuk sleep call,” ujarnya. (wib/tyo)