PROGRAM UNGGULAN DISDIK: Siswa SDN 4 Kapas salim pada gurunya sebelum masuk kelas kemarin. Di program Kamis Jawa guru dan siswa memakai baju lurik dan berbahasa Jawa.
Guru dan Murid SD Kompak Pakai Lurik
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Program Kamis Jawa di TK, SD, dan SMP Kabupaten Nganjuk mulai berjalan kemarin (24/7). Yaitu guru dan siswa yang menggunakan pakaian Jawa saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain itu, mereka juga menggunakan Bahasa Jawa. Program itu dilakukan setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk mengedarkan surat edaran dengan nomor 100.3.4/13/411.301/2025 tentang Pelaksanaan Peningkatan Pendidikan Karakter, Cinta Tanah Air, dan Kedisiplinan.
Dari pantauan koran ini, seluruh TK, SD, hingga SMP. Salah satunya seperti yang terlihat di SDN 4 Kapas di Kecamatan Sukomoro. Di sekolah tersebut, kemarin (24/7), seluruh guru dan siswa kompak memakai lurik.
“Sekolah kami sudah menjalankan Program Kamis Jawa sejak surat edaran muncul,” ujar Kepala SDN 4 Kapas Binti Munawaroh kepada wartawan koran ini.
Binti menjelaskan, hal itu dilakukan untuk mendukung program dari Disdik Nganjuk. Yaitu Kamis Jawa. Namun dukungan itu tidak hanya dilakukan dengan menggunakan pakaian lurik. Melainkan juga dengan menggunakan Bahasa Jawa dalam KBM.
SEMANGAT: Siswi SDN 4 Kapas berolahraga dengan memakai baju lurik saat Kamis Jawa, kemarin.
Karena memakai Bahasa Jawa maka guru dan siswa harus menyesuaikan. Jika siswa berbicara dengan guru atau orang yang lebih tua maka wajib memakai Krama Inggil. Tidak boleh ngoko. Namun, jika berbicara dengan teman sebaya atau lebih muda maka boleh memakai Jawa Ngoko. “Ini agar anak memahami tata krama,” ujar Binti.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi menjelaskan program tersebut mulai setelah Focus Group Discussion (FGD) di Jawa Pos Radar Nganjuk. Karena saat itu terungkap jika siswa di Kota Angin, kurang memahami tata krama.
Mereka juga tidak bisa menggunakan Bahasa Jawa dengan baik. Akibatnya, kesopanan juga kurang. “Program Kamis Jawa ini untuk mengembalikan jika kita ini orang Jawa. Ojo ilang Jowone,” ujarnya.
Sopingi berharap, program Kamis Jawa membentuk karakter siswa yang baik. Mereka akan menghormati orang yang lebih tua. Mulai dari saudara, guru, dan orang tua. “Kami ingin meningkatkan pendidikan karakter, cinta Tanah Air, dan kedisiplinan siswa,” tambahnya. (wib/tyo)