Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, TKA, dan SPMB 2026 (8)
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk (UPDN) Ali Anwar memiliki cara untuk mengatasi kecanduan sleep call pada remaja. Yaitu dengan mengajak remaja tersebut mengikuti kegiatan positif. Salah satunya adalah aktif di organisasi sekolah yang disukai.
“Aktif di organisasi dapat menghilangkan kecanduan smartphone di siswa,” ujar Ali Anwar di Focus Group Discussion (FGD) Antara Sleep Call, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan SPMB 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Nganjuk pada 16 Juli lalu. Dengan aktif berorganisasi, siswa tidak lagi tidak punya aktivitas. Mereka akan sibuk dengan kegiatan di organisasi setelah belajar.
Baca Juga: Ortu Harus Jadi Sahabat saat Anak Mulai Remaja
Untuk itu, pilihan organisasi harus sesuai dengan yang disukai. Bisa organisasi di sekolah atau kampung. Bisa juga siswa menggeluti hobinya.
Sehingga, aktivitasnya selain di sekolah, juga berkaitan dengan hobi yang positif.
Meski sudah berstatus mahasiswa, Ali mewajibkan, mahasiswa juga aktif berorganisasi. Terutama organisasi yang berada di dalam kampus.
Tujuan utamanya tentu untuk menjalin relasi seluas-luasnya. Namun yang tidak kalah penting, cara tersebut dapat menghindarkan mahasiswa dari kegiatan yang negatif. Salah satunya adalah melakukan sleep call hingga lupa waktu. “Anak remaja itu memiliki kreativitas yang tinggi. Eman jika tidak disalurkan ke kegiatan yang produktif dan positif,” tandasnya.
Baca Juga: Prestasi Anak di Sekolah Harus Jadi Prioritas Ortu dan Guru
Lebih lanjut, Ali menjelaskan, antara orang tua, guru, hingga dosen harus memiliki visi dan misi yang sama. Yaitu, memahami tentang tugas siswa dan mahasiswa adalah untuk belajar dan meraih nilai sebaik-baiknya.
Dengan visi dan misi yang jelas itu, Ali percaya kecanduan sleep call tidak akan terjadi di kalangan remaja di Kabupaten Nganjuk. “Belajar saja tidak cukup. Mereka harus berlomba untuk mendapat nilai terbaik untuk memotivasi menjadi yang terbaik,” tegasnya. (wib/tyo)
Editor : Miko