NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kompetisi Kompetensi Akademik Jawa Pos Radar Kediri dijadikan momentum sekolah di Nganjuk untuk berlatih menjelang Tes Kompetensi Akademik (TKA). Kesempatan itu juga dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Baitul Izzah.
Total ada puluhan peserta yang dikirim oleh YPI Baitul Izzah. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Ketua Yayasan YPI Baitul Izzah dr. M. Nurhadi, M. Kes. Dia mengatakan YPI Baitul Izzah menganggap Kompetisi Kompetensi Akademik sebagai momentum untuk melatih kesiapan siswa menjelang TKA. “Kompetisi Kompetensi Akademik sangat bermanfaat untuk persiapan menjelang TKA,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Kesempatan itu yang juga ingin dimanfaatkan oleh YPI Baitul Izzah. Sebagai bukti, Baitul Izzah mengikutkan peserta dari seluruh tingkat pendidikan. Mulai dari SD Islam Baitul Izzah, SMP Islam Baitul Izzah, dan SMA Islam Insan Cendekia Baitul Izzah. “Total kami mengirimkan puluhan peserta,” tambahnya.
Nurhadi berharap ada manfaat yang didapat siswa ketika mengikuti Kompetisi Kompetensi Akademik. Tidak hanya menambah pengalaman dalam berkompetisi. Namun juga menambah pengalaman mengikuti kompetisi yang konsepnya sama dengan TKA. “Menang hanya bonus. Paling penting adalah pengalaman ketika mengikuti kompetisi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kompetisi Kompetensi Akademik Endro Purwito mengatakan, Kompetisi Kompetensi Akademik tidak hanya mencari juara di bidang akademik. Namun, tujuan utama dari kompetisi ini untuk mempersiapkan siswa SD/MI kelas VI, SMP/MI kelas IX, dan SMA/SMK kelas XII menyongsong TKA. Untuk itu, mata pelajaran yang diujikan sama dengan mata pelajaran di TKA nanti. “Kami ingin anak-anak terbiasa mengerjakan soal TKA sebelum pelaksanaan TKA nanti,” ujarnya.
Baca Juga: WOW! SMAN 2 Nganjuk Tampil Spektakuler di Pawai Budaya, Bawa Burung Enggang Raksasa & IKN
Endro mengatakan, Kompetisi Kompetensi Akademik yang digelar Jawa Pos Radar Kediri ini sebagai try out TKA. Untuk itu, juara di kompetisi ini harus dianggap sebagai bonus atas kerja kerasnya. Sedangkan, yang utama, siswa bisa mengetahui kemampuannya yang sebenarnya di bidang akademik sebelum mengikuti TKA. “Nanti jika ada yang kurang di salah satu mata pelajaran, bisa diperbaiki sebelum TKA,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Miko