JP RADAR NGANJUK- Setiap kali Hari Pramuka diperingati pada 14 Agustus, nama Sri Sultan Hamengkubuwono IX selalu dikenang sebagai tokoh penting di balik lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia.
Sosoknya bukan sekadar raja yang memimpin Yogyakarta, tetapi juga negarawan yang memiliki visi besar untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter.
Pada awal 1960-an, kepanduan di Indonesia masih terpecah menjadi berbagai organisasi. Melihat kondisi ini, Hamengkubuwono IX berinisiatif mempersatukannya menjadi satu wadah nasional. Hasilnya, pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka resmi dikukuhkan oleh Presiden Soekarno, dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dipercaya menjadi Ketua Majelis Pimpinan Nasional Gerakan Pramuka pertama.
Di bawah kepemimpinannya, Gerakan Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan baris-berbaris atau tali-temali, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kemandirian, kerja sama, dan cinta tanah air. Hamengkubuwono IX percaya, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan keterampilan hidup agar generasi muda siap menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga: Mengenal Ki Hajar Dewantara, Tokoh Pelopor Pendidikan Nasional Indonesia
Warisan pemikiran ini tetap relevan di era modern. Pramuka kini tak hanya berkemah atau melakukan kegiatan di alam terbuka, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah diletakkan oleh Bapak Pramuka Indonesia tersebut.
Hari Pramuka 2025 menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat persatuan, pengabdian, dan pengembangan diri seperti yang dicita-citakan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sosoknya akan selalu menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.
Baca Juga: YPI Baitul Izzah Daftarkan Siswa SD, SMP, dan SMA
Penulis:Sabilatul Nur Hartanti- Mahasiswa UIN SATU Tulungagung
Editor : Jauhar Yohanis