NGANJUK, JP Radar Kediri – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah digelar di Desa Campur, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, dengan fokus pada penguatan peran kader posyandu. Acara yang berlangsung pada Kamis (4/9/2025) ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Gerakan Sadar Gizi dan Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak melalui Literasi Digital”.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat. Skema ini menekankan pada keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kader posyandu, dalam setiap tahapan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam dua isu penting, yaitu kesadaran gizi masyarakat serta perlindungan anak dari kekerasan seksual. Melalui pendekatan literasi digital, para kader dibekali informasi, strategi, dan media pembelajaran yang lebih mudah diakses serta relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Campur, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk ini, hadir tiga pemateri utama yang memiliki latar belakang akademik dan kepakaran berbeda namun saling melengkapi.
1. Fikri Nazarullail, S.Pd., M.Pd. (Universitas Trunojoyo Madura)
Beliau merupakan dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini yang aktif dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kegiatan ini, Fikri menyampaikan materi tentang optimalisasi peran kader posyandu melalui literasi digital. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam memperluas jangkauan edukasi gizi dan perlindungan anak, sehingga kader posyandu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
2. Mixghan Norman Antono, S.S., M.Pd. (Universitas Trunojoyo Madura)
Sebagai akademisi yang menaruh perhatian pada peningkatan pemahaman orang tua tentang literasi digital, Mixghan membawakan materi mengenai literasi digital sebagai wadah edukasi di-era modern. Ia mengajak para kader posyandu untuk tidak hanya menjadi informan, tetapi juga pendamping yang mampu menggerakkan kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang persuasif dan ramah keluarga.
3. Umu Da’watul Choiro, S.Pd., M.Pd. (Universitas Negeri Malang)
Umu menyoroti aspek pendidikan keluarga dan perlindungan anak. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat, bebas dari ancaman kekerasan seksual. Ia juga membagikan tips praktis bagi kader posyandu dalam memberikan pendampingan kepada keluarga melalui kegiatan posyandu dan pemanfaatan media digital.
Kehadiran ketiga pemateri ini membuat kegiatan pengabdian semakin komprehensif, karena menggabungkan aspek teknologi digital, komunikasi, dan perlindungan anak dalam satu rangkaian program yang aplikatif bagi kader posyandu.
“Kader posyandu adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan literasi digital, mereka tidak hanya bisa menyampaikan pesan secara langsung, tetapi juga melalui platform digital yang lebih luas jangkauannya,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, ketiga narasumber juga menyampaikan aplikasi berbasis android ciptaannya yang bernama GESPA, aplikasi GESPA adalah sebuah aplikasi berbasis literasi digital yang dikembangkan untuk mendukung kader posyandu, orang tua, guru, dan masyarakat umum dalam meningkatkan kesadaran gizi sekaligus mencegah kekerasan seksual pada anak. Aplikasi ini hadir sebagai inovasi edukasi berbasis teknologi, sehingga pesan kesehatan dan perlindungan anak dapat disebarkan lebih cepat, luas, dan efektif.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari program resmi yang diselenggarakan pada tahun 2025 oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini dirancang sebagai wadah bagi dosen dan peneliti untuk mengimplementasikan hasil kajian akademik secara nyata di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terjalin lebih erat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir langsung memberi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti gizi anak dan perlindungan dari kekerasan seksual.
Dengan dukungan kementerian, kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran kader posyandu sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. Selain itu, pendekatan literasi digital yang diperkenalkan dalam program ini juga sejalan dengan agenda transformasi digital di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat. Dengan adanya program pengabdian ini, diharapkan kader posyandu semakin siap menjadi motor penggerak gerakan sadar gizi serta benteng utama dalam pencegahan kekerasan seksual pada anak, sejalan dengan kebutuhan zaman yang semakin digital.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil