Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Ramai-Ramai Ayah Ambil Rapor Anak

Novanda Nirwana • Senin, 22 Desember 2025 | 00:36 WIB

AMBIL RAPOR: Ayah salah satu siswi SDN 1 Kauman mengambil rapor kemarin. Ramai-ramai ayah ambil rapor.
AMBIL RAPOR: Ayah salah satu siswi SDN 1 Kauman mengambil rapor kemarin. Ramai-ramai ayah ambil rapor.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Suasana pembagian rapor semester ganjil di di Kabupaten Nganjuk tampak berbeda, kemarin (19/12). Ayah-ayah yang biasanya jarang terlihat di sekolah mendadak berdatangan. Mereka mengikuti imbauan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak yang digelorakan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi untuk memperkuat peran ayah dalam pendidikan.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, para ayah tampak mendatangi ruang kelas sejak pagi di SDN Kauman 1. Sebagian datang memakai seragam kerja. Mereka bergantian berdialog dengan wali kelas, mendengarkan penjelasan capaian akademik, sikap, hingga perkembangan karakter anak.

Wali Kelas II SD Kauman Nganjuk Nunung Retnowati menyambut positif gerakan ayah ambil rapor. Menurutnya, keterlibatan ayah sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan anak. “Sebagai ibu, saya senang karena bapak juga ikut berperan. Ayah sebenarnya memiliki tanggung jawab yang sama,” ujarnya.

Namun, Nunung tidak menampik bahwa di lapangan masih banyak ayah yang enggan terlibat karena alasan kesibukan. “Faktanya, bapak-bapak itu sering tidak mau ribet. Padahal, ibu juga banyak yang bekerja dan punya kesibukan lain,” katanya.

Ia menilai, kesadaran parenting pada ayah masih perlu terus dibangun. Menurut Nunung, pengasuhan dan pendidikan anak seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya diserahkan kepada ibu. “Harus ada kesadaran bahwa anak itu tanggung jawab bersama, bukan hanya ibu,” tegasnya.

Nunung menambahkan, banyak ibu yang harus membagi waktu antara pekerjaan, rumah tangga, dan mengurus pendidikan anak. Kondisi tersebut seharusnya dipahami oleh para ayah. “Ibu juga harus cepat mengurus tugas lainnya. Kalau ayah mau terlibat, tentu akan sangat membantu,” jelasnya.

Terpisah, salah satu wali murid, Yusiana Kukuh, 47, asal Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk, mengaku mendukung penuh keterlibatan ayah dalam pengambilan rapor. Menurutnya, tidak ada alasan bagi ayah untuk lepas tangan dalam urusan pendidikan anak. “Sangat bagus kalau ayah yang ambil, apalagi kalau istrinya sedang repot,” ujarnya.

Yusi menjelaskan, istrinya bekerja di bidang sparepart mobil, sementara dirinya mengelola kos-kosan dan biro perjalanan wisata. 

“Keseharian saya buka kos-kosan dan biro perjalanan. Pagi ini saya yang sedang luang, jadi saya yang mengambil rapor anak saya yang SD,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembagian peran dilakukan secara bergantian di keluarganya. “Nanti siang gantian istri saya yang ambil rapor anak saya yang SMA,” imbuhnya.

Menurut Yusi, peran ayah dalam mendidik anak sangat penting, terlebih ia memiliki dua anak perempuan. “Tumbuh kembang anak perempuan perlu perhatian lebih. Ayah harus hadir, bukan hanya ibu,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #fatherless #sekolah #Ayah Ambil Rapor