NGANJUK, JP Radar Nganjuk- SMPN di Kabupaten Nganjuk terus menyiapkan diri menjelang tes kemampuan akademik (TKA). Agar hasil TKA maksimal, banyak upaya yang dilakukan oleh sekolah. Salah satunya dengan memberikan tambahan jam belajar.
Hal itu seperti yang terjadi di SMPN 4 Nganjuk. Sejak memasuki pembelajaran di semester genap, sekolah mulai memberlakukan tambahan jam belajar. “Tambahan jam belajar kami berikan kepada seluruh siswa kelas IX,” ujar Kepala SMPN 4 Nganjuk Minarti kepada wartawan koran ini.
Minarti menjelaskan, dalam satu minggu, ada dua kali tambahan jam belajar. Tambahan jam belajar itu diberikan sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) normal. Yaitu, pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB. Setelah tambahan jam belajar selesai, para siswa langsung melanjutkan KBM secara normal.
Tambahan jam belajar itu diberikan bukan tanpa alasan. Karena menurut Minarti, tambahan jam belajar itu dapat memberikan tambahan persiapan kepada siswa menjelang TKA.
Harapannya, dengan tambahan jam belajar, para siswa dapat meraih hasil maksimal saat TKA. “Tugas guru dan murid adalah berusaha semaksimal mungkin. Sedangkan hasilnya biar Allah SWT yang memutuskan,” tambahnya.
Selain tambahan jam belajar, SMPN 4 Nganjuk juga memberikan bimbingan khusus TKA di sela-sela KBM. Bimbingan khusus itu diberikan oleh pihak ketiga. Yaitu, dari lembaha bimbingan belajar. “Kami juga membagikan buku latihan soal TKA yang didapat dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah, red),” tandasnya.
Banyaknya tambahan jam belajar itu dilakukan bukan tanpa alasan. Karena diketahui, dalam waktu dekat, TKA akan segera digelar untuk tingkat SD dan SMP. Untuk tingkat SD, pelaksanaan TKA akan berlangsung pada 20 hingga 30 April mendatang. Namun sebelum itu ada tahapan yang wajib dilakukan oleh pihak sekolah. Seperti pendaftaran yang mulai berlangsung pada 19 Januari hingga 28 Februari. Lalu simulasi yang rencananya akan digelar pada 2 hingga 8 Maret.
Jadwal tak jauh berbeda untuk tingkat SMP. Rencananya TKA akan berlangsung pada 6 hingga 16 April. Sedangkan untuk pendaftaran akan dimulai pada 19 Januari hingga 28 Februari. Simulasi akan berlangsung pada 23 Februari hingga 1 Maret. (wib/tyo)