INSPEKSI MENDADAK: Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro bertanya pada siswa SMPN 1 Lengkong tentang Pancasila. Ada siswa yang tidak hafal Pancasila saat dites Mas Handy di depan kelas.
Wakil Bupati Handy Sidak ke Sekolah
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ada kejadian miris yang terjadi saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro di SMPN 1 Lengkong. Yaitu, salah satu siswa yang tidak hafal Pancasila.
Kejadian itu bermula ketika Mas Handy-sapaan akrab Trihandy Cahyo Saputro- sedang melakukan sidak di sekolah. Sidak itu dilakukan untuk mengecek hasil perbaikan sekolah pada tahun lalu. Di sela-sela sidak, Mas Handy masuk ke salah satu ruang kelas.
Di sana Mas Handy berbincang dengan salah satu siswa kelas VIII. Hingga muncul satu permintaan oleh Mas Handy. Yaitu, siswa tersebut diminta untuk membacakan Pancasila. “Saya ingin mengetes para siswa. Apakah mereka hafal dengan Pancasila atau tidak,” ujarnya.
Jawaban dari anak tersebut langsung membuat kaget Mas Handy. “Saya tidak hafal Pancasila,” ujar si anak. Karena tidak percaya, Mas Handy lalu memaksanya. Hasilnya benar, anak tersebut tidak hafal.
Di waktu yang bersamaan, Mas Handy langsung meminta si anak untuk mengambil handphone di dalam tas. Dia langsung diminta untuk menghafalkan Pancasila. Setelah beberapa menit, si anak tersebut kembali membacakan Pancasila. Meski masih terbata-bata, si anak tersebut bisa menghafal Pancasila.
Mas Handy tentu menyayangkan kejadian itu. Dia mengatakan, Pancasila adalah dasar negara yang wajib dihafalkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya pelajar. “Salah satu anak tidak hafal Pancasila. Mungkin dia nervous karena pertama kali ketemu saya,” imbuh Mas Handy sembari terkekeh.
Dalam sidak itu, Mas Handy berpesan kepada guru dan murid untuk menghafal Pancasila. Bahkan dirinya meminta Pancasila selalu dibacakan sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. “Setiap pagi nanti biar anak-anak bergantian membaca Pancasila. Dipilih secara anak, biar hafal semuanya,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sidak tersebut, Mas Handy juga mengecek beberapa ruang kelas baru. Total ada tiga ruang kelas, tiga kamar mandi, dan satu lapangan basket yang baru diperbaiki pada tahun lalu. Rencananya, secara bertahap, bangunan-bangunan lama di SMPN 1 Lengkong akan terus diperbaiki. “Kami juga mengecek kursi-kursi yang baru didapat dari bantuan pemerintah pusat,” pungkasnya. (wib/tyo)