Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Ribuan Siswa SMP di Nganjuk Pusing Hadapi Try Out TKA 2026

Karen Wibi • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:51 WIB

MULAI PUSING: Siswi SMPN 1 Bagor membaca soal try out TKA Bahasa Indonesia kemarin. Soal dianggap sulit.
MULAI PUSING: Siswi SMPN 1 Bagor membaca soal try out TKA Bahasa Indonesia kemarin. Soal dianggap sulit.

Bingung Jawab Soal Try Out TKA 2026 NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ribuan siswa kelas IX SMP di Kabupaten Nganjuk pusing tujuh keliling kemarin (12/2). Hal itu terjadi saat mereka mengerjakan soal try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara serentak.

Salah satunya seperti yang diraskaan oleh salah satu pelajar bernama Septiana Sari asal SMPN 1 Bagor. Dia mengatakan soal try out TKA yang dikerjakannya jauh dari kata mudah. Akibatnya, dia harus memeras otak untuk mengerjakan tes. “Soalnya sulit-sulit. Jadi harus mikir dua kali lipat,” ujarnya di sela-sela try out kemarin. Pagi itu siswi asal Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor itu mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan Matematika. Menurutnya, puluhan soal yang dikerjakannya itu sulit. Meski sudah pernah diajarkan saat kegiatan belajar mengajar (KBM), Septiana tetap masih kesulitan.

Beruntung soal yang dikerjakannya itu masih dalam rangka try out. Sehingga, dirinya masih bisa memperbaiki nilai yang didapat. Karena diketahui, TKA masih akan dilaksanakan pada April mendatang. “Sekarang bisa tahu gambaran saat TKA nanti. Semoga nanti nilainya bisa bagus,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Bagor Murtaji mengatakan, try out TKA dilakukan secara serentak di seluruh SMP negeri dan swasta di Kabupaten Nganjuk. Kemarin menjadi try out kedua yang diikuti oleh siswa kelas IX. Setelah sebelumnya, pada Januari, seluruh siswa juga sudah mengikuti try out pertama. “Try out kedua juga masih menggunakan kertas. Baru di try out ketiga akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT),” ujarnya.

Murtaji mengatakan, total ada empat jenis soal yang berbeda. Empat jenis soal-soal itu dibagikan secara acak kepada peserta tes. Dengan tujuan agar tidak ada peserta yang tes yang melakukan kecurangan.

Karena menurut Murtaji, nilai murni yang didapat siswa dapat menjadi patokan untuk melakukan evaluasi. Jika siswa memiliki nilai yang jelek, maka guru akan melakukan evaluasi. Caranya dengan menambah porsi belajar bagi siswa. “Saya ingin melihat sejauh mana kemampuan anak-anak. Setelah itu hasilnya akan kami evaluasi,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto mengatakan try out ditujukan untuk menyiapkan para siswa. Harapannya pada siswa dapat mengukur kemampuan diri sebelum mengikuti tes pada April mendatang. “Para siswa harus dipersiapkan sematang mung­kin,” ujarnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#Tes Kemampuan Akademik #nganjuk