NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Nganjuk belajar jurnalistik dan fotografi kemarin. Melalui Safari Jurnalistik Ramadhan, tim Jawa Pos Radar Nganjuk memberikan pelatihan kepada siswa MAN 2 Nganjuk. Puluhan peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai ekstrakurikuler di MAN 2 Nganjuk.
Dalam pelatihan tersebut, siswa belajar langsung jurnalistik dari wartawan senior. Mereka juga mendapatkan materi praktis mengenai produksi konten digital yang kini banyak dibutuhkan di era media sosial. Mulai dari teknik fotografi, videografi, hingga cara membuat video yang layak dipublikasikan.
Kepala MAN 2 Nganjuk Kasnan menyambut baik kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya, kemampuan jurnalistik menjadi keterampilan penting bagi siswa, terutama untuk mendukung publikasi berbagai kegiatan madrasah.
“Kegiatan ini sangat penting karena pesertanya merupakan perwakilan dari ekstrakurikuler. Harapannya mereka mampu mempublikasikan kegiatan ekstrakurikuler dengan baik dan benar sesuai etika jurnalistik yang berlaku,” ujarnya.
Kasnan mengatakan, keberadaan pelatihan tersebut juga dapat mendorong siswa lebih aktif mengelola media madrasah. Dengan demikian, berbagai aktivitas positif yang dilakukan siswa dapat terdokumentasi sekaligus disampaikan kepada masyarakat secara luas.
Lebih jauh lagi, Kasnan menyampaikan, Safari Jurnalistik Ramadhan sejalan dengan motto madrasahnya. Yakni, selalu berbenah memberikan pelayanan pendidikan yang ramah. Termasuk di dalamnya memfasilitasi dan mengembangkan potensi anak didik. Sehingga mereka mendapat keterampilan dan pengalaman berharga yang bisa menjadi bekal ketika telah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Nganjuk nanti.
Tak hanya itu, Kasnan menambahkan, agar hasil pelatihan diterapkan untuk publikasi kegiatan ekstrakulikuler madrasah. Pasalnya para peserta adalah perwakilan aktivisme dan anggota ekstrakurikuler. Mereka juga dapat mempublikasikan kegiatan-kegiatan yang menarik dan edukatif MAN 2 Nganjuk. “Sampaikan informasinya dengan baik dan sesuai etika jurnalistik,” ujarnya.
Menurut Kasnan, karya jurnalistik yang baik harus memenuhi unsur keberimbangan. Tidak memuat hoax. Apalagi kini ada fenomena post truth, informasi keliru namun seolah-olah menjadi benar. Melalui pelatihan berita jurnalistik di Safari Ramadhan, harapannya memuat konten berdasarkan fakta. “Sehingga informasi publikasi sesuai dengan kebenaran,” ujarnya.
Dalam sesi pelatihan, Jawa Pos Radar Nganjuk memberikan pemahaman mengenai teknik pengambilan gambar yang menarik serta prinsip dasar dalam membuat video yang informatif. Dengan narasumber fotografer yang sudah berpengalaman. Siswa juga dibekali pengetahuan mengenai video standar yang layak diunggah di platform digital. “Mereka mengulas bagaimana kinerja jurnalistik sehingga bisa menjadi bekal siswa ketika memasuki dunia kerja nanti,” ujar Koordinator Jurnalistik Ramadan JP Radar Kediri Heri Muda Setiawan.
Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya akurasi informasi dan etika dalam memproduksi karya jurnalistik. Hal tersebut sangat penting agar setiap konten yang dipublikasikan tetap mengedepankan kebenaran informasi dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Para siswa antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka aktif berdiskusi dengan narasumber mengenai teknik pengambilan gambar hingga proses pengolahan video sebelum dipublikasikan. (November/tyo)
Editor : rekian