Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Persiapan Tes Kemampuan Akademik di Kabupaten Nganjuk

Novanda Nirwana • Senin, 20 April 2026 | 17:47 WIB
Guru menyiapkan kartu peserta TKA
Guru menyiapkan kartu peserta TKA

 

Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD tinggal menunggu hitungan hari. Sekolah-sekolah di Nganjuk terus menyiapkan diri. Salah satunya dengan memberi tambahan waktu belajar kepada siswa.

SEKOLAH Dasar (SD) di Kabupaten Nganjuk bersiap menghadapi tes kemampuan akademik (TKA). Tidak hanya menyiapkan siswa. Sekolah juga terus menyiapkan tenaga pendidik. Seperti di SDN Kauman 1 Nganjuk, guru hingga pengawas dipastikan telah siap menjalankan ujian tersebut.

Kepala SDN Kauman 1 Nganjuk Wahyudi menegaskan, kesiapan tidak hanya dari siswa, tetapi juga seluruh unsur pelaksana. Mulai dari guru, operator, hingga pengawas telah menjalani koordinasi dan pengecekan teknis.

“Untuk guru, operator, dan pengawas sudah siap. Ruangan juga sudah kami siapkan, satu ruang untuk pelaksanaan,” ujarnya.

Pelaksanaan TKA di sekolah tersebut akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 hingga 08.45. Sementara sesi kedua berlangsung pukul 08.45 sampai 11.00. Pembagian ini dilakukan untuk menyesuaikan fasilitas yang tersedia sekaligus memastikan ujian berjalan tertib.

Dari sisi sarana prasarana, sekolah juga memastikan seluruh perangkat penunjang berfungsi optimal. Mulai dari jaringan internet hingga kamera pengawas telah diuji coba sebelumnya.

“Untuk perangkat, wifi, dan kamera sudah kami cek. Kemarin juga sudah zoom dengan korwil dan diperiksa langsung oleh pengawas penyelia,” tambahnya.

Persiapan guru tidak dilakukan secara mendadak. Sejak awal semester dua, pihak sekolah telah menyusun strategi pembelajaran tambahan guna mendukung kesiapan siswa menghadapi TKA.

Program tambahan belajar digelar di luar jam sekolah. Kegiatan ini difokuskan untuk membantu siswa memahami materi yang diujikan, terutama bagi yang masih mengalami kesulitan.

“Sebelum TKA, ada tambahan belajar khusus setelah pulang sekolah. Strategi guru ya membantu siswa yang kesulitan dengan pendampingan lebih intens,” jelasnya.

Selain itu, koordinasi dengan orang tua juga menjadi bagian penting dalam persiapan. Sekolah memastikan seluruh wali murid memahami pentingnya keikutsertaan siswa dalam TKA.

Awalnya, TKA sempat bersifat tidak wajib. Namun, pihak sekolah tetap mendorong seluruh siswa untuk mengikuti ujian tersebut demi keberlanjutan jenjang pendidikan.

“Memang di awal edaran TKA tidak wajib. Tapi kami tekankan semua siswa ikut. Karena ini berjenjang, kalau di SD tidak ikut kasihan anaknya ke depan,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada kesiapan teknis maupun akademik, Melainkan padatnya jadwal kegiatan siswa. Pasalnya, setelah TKA, siswa masih harus menghadapi tes-tes lainnya.

“Kalau tantangan tidak ada yang berarti, karena kami sudah pernah menjalani ANBK. Mungkin jadwalnya saja yang cukup mepet,” ungkapnya.

Sebagai penunjang, sekolah juga mendapat bantuan perangkat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berupa chromebook. Bantuan ini turut mendukung kelancaran pelaksanaan ujian berbasis digital.

“Dengan berbagai persiapan tersebut, kami optimistis pelaksanaan TKA akan berjalan lancar,” pungkasnya. (nov/wib)

Editor : rekian
#Tes Kemampuan Akademik #sekolah dasar