PERSIAPAN menghadapi TKA tidak hanya dilakukan oleh sekolah. Melainkan juga oleh para siswa. Sejumlah siswa di SDN Kauman 1 Nganjuk mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh hari, meski rasa gugup tetap menyelimuti.
Salah satu siswa, Azqiara Zaida Syahwa, mengaku sudah mulai belajar sejak lama untuk menghadapi TKA. Ia rutin menyempatkan waktu belajar setiap malam, meski tidak terlalu lama. “Sudah belajar dari jauh-jauh hari. Kalau malam biasanya belajar sekitar satu jam,” ujarnya.
Meski telah mempersiapkan diri, Syahwa tidak menampik rasa tegang menjelang ujian. Terlebih, ada beberapa mata pelajaran yang dirasa cukup menantang. “Deg-degan jelang TKA. Pelajaran paling sulit matematika,” akunya.
Dorongan dari orang tua juga menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus belajar. Dia pun berharap bisa meraih hasil terbaik dalam ujian nanti. “Pengennya ya nilainya bagus,” imbuhnya.
Hal serupa disampaikan Mohammad Rizki Dwi Prasetyo. Ia mengaku telah meningkatkan intensitas belajar menjelang TKA, bahkan bisa mencapai tiga jam dalam sehari. “Sudah belajar. Sehari bisa sampai tiga jam,” katanya.
Menurutnya, mata pelajaran matematika menjadi tantangan terbesar karena banyak soal berhitung yang harus dikuasai. “Paling sulit matematika, soalnya berhitung,” jelasnya.
Untuk membantu siswa, pihak sekolah juga memberikan tambahan pembelajaran di luar jam pelajaran. Program ini dimanfaatkan siswa untuk memperdalam pemahaman materi, khususnya soal-soal yang diperkirakan muncul dalam TKA. “Di sekolah juga ada tambahan belajar soal-soal,” pungkasnya. (nov/wib)
Editor : rekian