Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Dua Pergelangan Tangan Mrs X Korban Pembunuhan di Rejoso Nganjuk Hilang

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 26 Maret 2024 | 19:24 WIB
Photo
Photo

Indikasi Mrs X menjadi korban pembunuhan semakin kuat karena dua tangannya sudah tidak ada. Dugaanya, kedua tangannya sengaja dihilangkan agar jasadnya tidak bisa dikenal. 

Alasan itu masuk akal. Sebab polisi juga kesulitan mengenali wajahnya karena sudah babak belur. Untuk mendapatkan kedua tangan Mrs X, Polres Nganjuk terpaksa menerjunkan Polisi Satwa K-9. Anjing pelacak itu mengendus semua titik di sekitar lokasi penemuan mayat kemarin siang. 

“Kami belum menemukannya (kedua tangan Mrs X, Red),” ujar Kapolsek Rejoso Iptu Totok Hariyanto melalui Kasihumas Polres Nganjuk. Polsek Rejoso bersama Tim INAFIS dan K-9 mulai menyisir lokasi tempat penemuan mayat sekitar pukul 13.00. 

Anjing ras rottweiler diterjunkan untuk melakukan pencarian lewat penciuman sisa darah yang menempel di tanah. Setelah mencium darah yang ada di dalam garis polisi, anjing itu hanya berputar-putar di sekitar jasad Mrs X ditemukan. Anjing tersebut tidak mendapatkan jejak baru terkait dengan kasus tersebut.  

“Kemarin malam juga hujan deras. Kita masih belum tahu mayat ini sudah di lokasi sejak kapan,” lanjut Totok. Pencarian dua tangan Mrs X itu dilakukan selama 30 menit. Karena belum mendapatkan hasil pencarian pun harus dihentikan sementara.  

“Kalau untuk bau sampah, tidak bisa bercampur. Karena bau manusia dan sampah bisa dibedakan dengan penciuman anjing K-9,” ujar Totok. Dua pergelangan tangan itu bisa menjadi petunjuk untuk mengungkapkan identitas mayat Mrs X. 

Meski sudah berupaya keras, polisi belum bisa menemukannya. Petugas kepolisian juga tidak mau berspekulasi terkait temuan mayat perempuan di Alas Tamanan tersebut. Polisi masih terus mendalami temuan-temuan yang didapatkan di lapangan terlebih dahulu. “Mohon waktunya,” ungkapnya.

          Sementara itu, dari keterangan warga sekitar yang ikut melihat proses evakuasi mayat, mengatakan jalanan Nganjuk-Bojonegoro tepatnya di utara Bendungan Semantok itu memang sepi dan minim lampu saat malam hari. Karena itu, kuat dugaan mayat itu dibuang pada malam hari. Dan kemarin pagi harinya, baru ditemukan warga sekitar yang melintas.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk