Argana Jaya, 36, perangkat Desa Pule mengatakan, kesulitan air bersih terjadi karena saat ini memasuki musim kemarau. Selama ini, Desa Pule menjadi langganan kekeringan. Hampir setiap kemarau, warga sulit mendapatkan air bersih. “Kami buat program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat kekeringan,” ujarnya.
Argana mengatakan, dengan membuat sumur baru, kebutuhan air bersih dapat dipenuhi. Sehingga, tidak menunggu dropping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk. Namun, jika kondisi semakin parah maka mau tidak mau, pihaknya akan kembali meminta air bersih ke BPBD.
Selain membuat warga mulai kesulitan air bersih, kemarau juga membuat petani di sana kebingungan. Mereka kesulitan untuk mengairi sawah.
Hal tersebut diungkapkan Rahmah Muzdalifah. Perempuan berusia 28 tahun yang menjadi petani cabai ini mengeluhkan kekeringan yang melanda desanya. Karena saat ini cabai yang baru ditanamnya membutuhkan air. “Cabai bisa mati jika kurang disiram,” ujarnya.
Rahmah berharap, hujan segera turun. Ini karena sungai di sana mulai mengering. “Mudah-mudahan hujan turun minggu ini,” harapnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk