Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Jembatan Lama Kertosono Nganjuk Putus

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 11 September 2024 | 21:54 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Kertosono gempar kemarin. Jembatan Lama Kertosono akhirnya putus. Rangka jembatan yang sudah tua tak mampu lagi menahan beban jembatan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Dari pantauan wartawan koran ini, tidak semua bagian jembatan putus. Hanya di ruas yang paling barat. Di ruas itu, bagian sisi timur pondasu ambles. Namun tidak sampai roboh. Karena ruas tersebut masih bersandar pada tiang pancang tengah jembatan. Camat Kertosono Mashudi Nurul Huda mengatakan, amblesnya pondasi jembatan terjadi pada Selasa (10/9) sekitar pukul 00.30 WIB.
“Kalau dari pengakuan warga amblesnya sekitar jam itu,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Tidak ada yang tahu pasti bagaimana kejadian itu berlangsung. Karena tiba-tiba saja gemuruh terdengar dari arah jembatan. Namun karena gelap, tak ada yang tahu jika suara tersebut berasal dari jembatan yang putus. Warga baru tahu saat pagi hari. Saat kondisi tidak lagi gelap.
Warga yang mengetahui itu langsung melapor ke pihak kecamatan. Lalu pagi harinya, Huda bersama pegawai kecamatan langsung mengecek lokasi. Mengecek apakah kejadian tersebut menimbulkan korban jiwa atau kerugian yang lainnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Karena diketahui jembatan tersebut sudah ditutup sejak beberapa tahun yang lalu. Karena kondisi jembatan sangat membahayakan.
“Tidak ada warga yang lewat. Karena memang sudah saya tutup sejak lama,” tandasnya.
Dari pengecekan awal, Huda menyebut jika amblesnya jembatan hanya terjadi di satu sisi tersebut. Sedangkan, bagian jembatan lain masih berada di lokasi yang sama seperti sebelumnya.
Lalu apa penyebab amblesnya jembatan tersebut? Menanggapi pertanyaan itu, Huda menduga jika pondasi jembatan ambles karena kondisi yang sudah tua. Dari pandangan mata, bagian besi penyangga di jembatan tersebut terlepas. Bengkok ke arah samping. Alhasil jembatan langsung ambles ke bawah.
Pasca kejadian, Huda langsung bersurat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Dengan tujuan agar ada tindakan selanjutnya pasca kejadian tersebut. Karena ditakutkan kejadian amblesnya jembatan kemarin dapat membawa dampak yang lebih buruk ke jembatan.
“Selain berbahaya, kami juga eman karena jembatan tersebut memiliki nilai sejarah,” tandasnya.
Sementara itu, putusnya Jembatan Lama Kertosono membuat warga dan siswa yang biasanya nekat melintas jembatan akhirnya tidak berani. "Takut roboh jembatannya. Jadi lewat jembatan baru saja," ungkap Lianawati, 15, siswi SMP asal Purwoasri, Kabupaten Kediri.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk