NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Melalui unggahan akun @amazingnature di platform X di hebohkan dengan video penampakan ikan sturgeon raksasa pada Rabu (25/9/2024).
Ikan tersebut mendekati perahu tiga nelayan dibawah air yang tenang. Nelayan terpana melihat ukuran ikan serupa makhluk raksasa mirip buaya.
Dalam rekaman berdurasi 13 detik mendapatkan banyak perhatian warganet, menunjukan ikan sturgeon yang muncul ke permukaan setelah tersangkut kail pancing di sungai yang ada di kanada.
Banyak warganet merasa terkejut saat melihat kemunculan ikan menyerupai raksasa itu. Beberapa dari mereka menganggap ikan tersebut menakutkan setara dengan ikan paus dan hiu.
Berdasarkan penelusuran, video tersebut diambil oleh Yves Bisson, seorang pemandu wisata memancing sturgeon di Sungai Fraser, British Columbia, Kanada.
Video itu diunggah di akun Instagram-nya @yvesbissonsturgeonco pada (25/12/2022). Sturgeon berukuran besar memang sering terlihat di sungai ini.
Salah satu penangkapan yang menjadi viral adalah ketika Bisson berhasil menangkap sturgeon sepanjang tiga meter dan berbobot 272 kilogram pada (16/3/2022).
Ikan tersebut adalah sturgeon putih yang diperkirakan berusia sekitar 100 tahun dan telah dikembalikan ke sungai.
Selain Bisson, pada Agustus 2022, beberapa pemancing juga menangkap sturgeon besar dengan panjang lebih dari 3,3 meter dan lingkar 140 sentimeter.
Mengenal Ikan Sturgeon
Ikan sturgeon adalah salah satu spesies ikan purba yang masih hidup sampai sekarang. Ikan ini telah ada sejak zaman dinosaurus, sekitar 201 hingga 145 juta tahun yang lalu.
Sturgeon termasuk dalam keluarga Acipenseridae dan memiliki 29 spesies, di mana dua di antaranya adalah sturgeon putih (Acipenser transmontanus) dan sturgeon hijau (A. medirostris).
Sturgeon memiliki tubuh yang panjang dengan sedikit sisik. Ukurannya bervariasi, mulai dari 2 hingga 3,5 meter, dan beberapa spesies bahkan bisa tumbuh hingga 5,5 meter.
Salah satu ciri khas sturgeon adalah kumis yang terdapat di dekat mulutnya, yang tidak memiliki gigi. Kumis ini berfungsi untuk mendeteksi mangsa seperti kerang, krustasea, dan ikan kecil di dasar sungai.
Sebagian besar spesies sturgeon hidup di laut dan bermigrasi ke sungai beberapa tahun sekali untuk bertelur, biasanya saat musim semi atau musim panas. Beberapa spesies lainnya juga dapat ditemukan di habitat air tawar.
Sturgeon memiliki lempengan tulang atau scutes yang membentang dari insang hingga ekor, melindungi kulit mereka yang memiliki tekstur seperti amplas.
Sturgeon dikenal sebagai ikan yang lambat dalam berkembang biak dan mencapai kematangan seksual. Beberapa spesies baru dapat mulai bertelur setelah berusia 20 tahun dan dapat hidup hingga 100 tahun.
Penemuan sturgeon di Kanada mengingatkan akan pentingnya melindungi spesies ikan langka ini dari ancaman yang terus meningkat. Sebagai salah satu spesies ikan bertulang tertua di dunia, sturgeon memiliki nilai ekologis dan sejarah yang sangat berharga.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk