NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Keberadaan Muhammad Agus, 24, pendaki asal Jakarta yang hilang di Gunung Wilis masih belum ditemukan kemarin siang. Petugas yang menyisir Gunung Wilis belum menemukan tanda-tanda keberadaan warga Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat tersebut.
Menurut Komandan Tim (Dantim) Opsar Badan SAR Nasional (Bansarnas) Trenggalek Novix Heryadi, kemarin adalah hari kedua pencarian korban yang dilaporkan dua temannya hilang tersebut. “Masih nihil hasilnya,” ujarnya saat ditemui di Pos Sekartaji, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret.
Novix menjelaskan, pencarian sudah dilakukan sejak Kamis (10/10). Untuk pencarian hari pertama, tim fokus melakukan reka ulang bersama dua rekan Agus. Tujuannya untuk mencari penyebab Agus dapat hilang di dalam hutan. Hasilnya diketahui kalau ketiga pendaki itu sudah sampai puncak. Agus hilang saat perjalanan pulang atau turun. Saat itu Agus mendahului dua rekannya. Namun sampai di pos terakhir, kedua rekannya itu tidak menemukan Agus. “Agus tidak pernah sampai di bawah. Dia hilang saat perjalanan,” tambahnya.
Pencarian secara menyeluruh mulai dilakukan di hari kedua. Fokusnya berada di titik terakhir Agus terlihat. Hingga ke radius dua kilometer dari titik tersebut. Selain itu petugas juga berjaga-jaga di bagian puncak gunung. Karena ada kemungkinan Agus memilih untuk kembali ke puncak. “Ada beberapa petugas yang tinggal di puncak. Siapa tahu jika Agus ini memilih untuk kembali ke jalan menuju puncak,” tandas Novix.
Untuk pencarian Agus, petugas mengerahkan 50 personel. Mereka terdiri dari tim Basarnas, BPBD Nganjuk, dan warga sekitar. Pencarian akan dilanjutkan hari ini. Mulai dari pagi hingga sore hari. Karena sesuai jadwal, pencarian Agus hanya akan dilakukan selama tujuh hari. Setelah itu proses pencarian akan dihentikan.
Selama itu juga jalur pendakian Gunung Wilis jalur Sekartaji akan ditutup. Dengan tujuan agar pencarian dapat dilakukan secara maksimal. Namun jika Agus ditemukan di tengah-tengah proses pencarian, maka jalur pendakian akan dibuka kembali. “Sudah kami tutup sejak ada laporan pendaki hilang,” pungkasnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk