Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Jembatan Ambrol, Warga Gemenggeng Nganjuk Dibuat Pusing

Karen Wibi • Senin, 3 Februari 2025 | 17:16 WIB
Photo
Photo

BENCANA banjir ternyata tidak hanya terjadi di Kecamatan Nganjuk dan Sukomoro. Karena banjir juga terjadi di Kecamatan Bagor. Akibatnya jembatan di Dusun Jawar, Desa Gemenggeng putus. Hal itu yang lalu membuat warga sekitar harus memutar untuk menuju Dusun Jawar ke Dusun Babadan dan sebaliknya.

          Saat normal, warga bisa menyebrang dalam hitungan detik. Karena jembatan itu hanya memiliki panjang sekitar 30 meter. Namun kini mereka harus memutar. Tidak tanggung-tanggung, jarak yang harus mereka lewati mencapai dua kilometer (km).

          Hal itu yang membuat warga menjadi malas. Bahkan untuk urusan berangkat ke sekolah. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Sunarni, 43, warga setempat. Dia mengatakan, akibat jembatan putus, anaknya tidak berangkat ke sekolah. “Saya dan suami kalau pagi kerja. Jadi tidak ada yang mengantar anak ke sekolah,” ujarnya.

          Diketahui, Sunarni memiliki rumah di Dusun Jawar. Dia memiliki anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). TK itu ada di dusun seberang. Yaitu Dusun Babadan. Biasanya sang anak akan berangkat sekolah sendiri. Karena memang, sebelum jembatan putus, jarak antara rumah dan sekolah dekat. Hanya perlu berjalan sekitar lima menit.

          Kini Sunarni pusing. Dia tidak bisa mengantar sang anak karena harus bekerja. Sedangkan sang anak kini harus memutar sejauh dua kilometer (km). Ditambah dia masih belum mahir naik sepeda. “Jadi beberapa hari ini bolos. Mau bagaimana lagi, belum bisa mengantar,” tambahnya.

          Sunarni berharap, segera ada perbaikan. Tujuannya agar jembatan dapat segera tersambung. Karena dengan itu sang anak dapat kembali bersekolah secara normal.“Semoga segera ada perbaikan pada jembatan,” tandasnya.

          Sementara itu, Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Budianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan asesmen pada jembatan yang putus di Desa Gemenggeng. Kini dirinya tengah melakukan koodrinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk. “Kami sudah lakukan asesmen untuk dilakukan tindakan,” ujarnya (wib/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#sukomoro #jembatan putus #jembatan #banjir #nganjuk #sukomoro nganjuk