NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Serka Untung Avisilia, anggota Yonif 509 Jember meninggal dunia saat membawa amunisi di sekitar Tol Gempol Pandaan KM 774 pada Senin malam (5/5).
Untung merupakan salah satu pasukan yang baru saja kembali dari penugasan di Papua. Jenazah Untung dipulangkan untuk kemudian disemayamkan di kampung halamannya di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang.
Pemakaman dilaksanakan kemarin di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Balonggebang.
Meninggalnya Untung, prajurit berusia 34 tahun tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga khususnya istri.
Sang istri, Ayu Natalia, 31, yang tinggal di Desa Balonggebang bercerita bahwa dia belum bertemu suaminya 15 bulan. Sang istri juga menceritakan momen Untung berpamitan melalui video call sebelum melaksanakan tugas.
Ayu terakhir berkomunikasi dengan Untung pada Senin (5/5) pukul 20.00 lalu. Saat itu dia pamit kepada Ayu melalui chat WhatsApp (WA)
"Jam 20.00 WIB itu masih kontakan dia nginfo mau berangkat dari Surabaya ke Jember, saya jawab iya Yah hati-hati sehat selamat," paparnya.
Saat itu, tak ada firasat apapun dari Ayu. Kemudian pada Senin (5/5) malam, hati Ayu merasa tidak enak. Lantas ia langsung mendoakan suaminya.
"Sebelum ada kejadian itu saya sempat tertidur tapi ngga pulas tapi langsung terbangun, pas bangun itu aku pengin doain suamiku," urainya.
Awalnya, Ayu tak mengetahui bahwa suaminya meninggal dunia dalam perjalanan menuju Jember. Ia baru tahu saat diberi tahu oleh temannya.
"Awalnya teman saya ada yg nanya Pak Untung Tim Aju ta? iya tim aju, terus tak tanya kenapa mba, malah disuruh nanya sendiri ke Pak Untung," ungkapnya.
Mulai dari situ, dia sudah firasat tidak enak. Sesaat kemudian ada teman yang menelpon mengabarkan bahwa suaminya masuk dalam kejadian truk yang meledak.
"Setelah itu ada ibu-ibu senior datang ke asrama, langsung senior-senior sama ibu ketua ranting itu ngasih info ada duka," pungkasnya. (nov/tyo)
Editor : Elna Malika