Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Produksi Melon Jatim Anjlok, Petani Kelimpungan Hadapi Virus Hama dan Cuaca Ekstrem

Sri Utami • Rabu, 9 Juli 2025 | 18:26 WIB
Petani menunjukkan panenan melon mereka yang produksinya tidak maksimal karena faktor cuaca dan serangan virus.
Petani menunjukkan panenan melon mereka yang produksinya tidak maksimal karena faktor cuaca dan serangan virus.

JAWA TIMUR, JP Radar Nganjuk-Panenan melon di sejumlah sentra di Jawa Timur tahun ini menurun. Selain karena faktor cuaca, penurunan tersebut salah satunya diakibatkan serangan virus dan hama.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, di beberapa daerah seperti Nganjuk, Madiun, dan Kediri, tanaman melon yang biasanya tumbuh optimal mengalami gangguan pada fase pembentukan dan pembesaran buah.

Penyebabnya, tanaman terinfeksi virus yang menyebar cepat dalam kondisi kelembapan tinggi. Akibatnya, pertumbuhan tanaman

tidak seragam. Buah tidak berkembang dengan baik.

Secara fisik, buah melon lebih kecil dari ukuran normal, permukaannya kasar, dan warnanya kurang cerah.

Beberapa bahkan mengalami keretakan atau bentuk yang tidak sempurna. Akibatnya, buah tidak bisa memenuhi standar kualitas pasar.

Kondisi cuaca yang tidak menentu juga turut memperburuk situasi. Ketika suhu tidak stabil dan curah hujan tinggi, tanaman menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus dan penurunan performa secara keseluruhan.

Edi, dan Arif Nur Azis, petani asal Desa Purwotengah, Papar, Kabupaten Kediri mengatakan, mereka berupaya menjaga menghadapi banyak hambatan dalam menjaga kualitas tanaman. Hal senada juga diungkapkan oleh Mujet, owner Saclar Buah Group Kediri.

Mereka berharap ada pendampingan terkait pengendalian penyakit tanaman. Demikian pula peningkatan akses terhadap varietas benih yang tahan virus karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap produksi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dinas pertanian setempat telah melakukan pemantauan dan merespons kondisi ini.

Yakni dengan rencana peningkatan edukasi bagi petani serta penguatan sistem monitoring kesehatan tanaman.

Kondisi tersebut menjadi pengingat penting bahwa sektor pertanian hortikultura, khususnya melon, membutuhkan sistem pertahanan yang lebih adaptif.

Serta harus responsif terhadap dinamika iklim serta potensi serangan virus tanaman.

Kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pihak swasta sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlangsungan produksi di tengah tantangan yang terus berkembang.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#petani melon #petani jawa timur