SEMPROT: Petugas Damkarmat Nganjuk padamkan api yang melalap dapur rumah warga Desa Senjayan, Kecamatan Gondang kemarin.
Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah
NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk dibuat sibuk kemarin (29/7). Dalam kurun waktu kurang dari satu jam, dua laporan kebakaran masuk dari dua kecamatan berbeda. Satu di Loceret dan satunya lagi di Gondang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian capai puluhan juta rupiah.
Kebakaran pertama terjadi di Dusun Kedungingas, Desa Senjayan, Kecamatan Gondang. Api melalap dapur dan kandang milik Jakiyem, 76. Kejadian ini dilaporkan ke petugas damkar sekitar pukul 08.50 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini, dugaan kuat kebakaran terjadi karena tungku api ditinggal dalam kondisi menyala. Saat itu Jakiyem sedang memasak air lalu ditinggal. Api diduga merambat ke kayu bakar. Lalu, menyambar tumpukan jerami di dekat dapur.
Warga sekitar yang mengetahui api mulai membesar langsung menghubungi petugas. Upaya cepat itu menyelamatkan bangunan utama rumah Jakiyem dari amukan si jago merah. “Kami menerjunkan tiga armada beserta personil siaga 1 Tanjunganom, Rejoso dan Lengkong,” papar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Sujito.
Angin yang kencang membuat sulitnya petugas memadamkan api. Petugas membutuhkan waktu satu jam lebih untuk proses pemadaman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. “Kerugian mencapai Rp 30 juta,” ujarnya.
Sementara itu, belum selesai penanganan di Gondang, petugas damkarmat sudah harus bergerak ke titik api kedua di Dusun Sambijajar, Desa Kwagean, Kecamatan Loceret. Api melalap rumpun bambu milik Sutar, 63. Kejadian ini dilaporkan ke petugas damkarmat sekitar pukul 09.15 WIB. Beruntung, petugas siaga 1 mako berhasil merapat dengan cepat.
Dari keterangan petugas damkarmat, api bermula saat Sutar membakar bongkol jagung di dekat rumpun bambu. Beruntung, api tidak sampai menyebar ke permukiman warga. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi yang berarti dari insiden ini. “Kami imbau lebih hati-hati saat melakukan pembakaran terbuka, terutama di musim kemarau,” ingat Jito Damkar-panggilan akrab Sujito di Damkarmat Nganjuk. (nov/tyo)