NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kebakaran melanda pabrik kerupuk milik Siti Juwariah, 47, warga Dusun Banaran, Desa Watudandang, Kecamatan Prambon, Senin malam (29/12). Insiden tersebut dipicu korsleting listrik saat korban tengah beraktivitas memproduksi kerupuk.
Berdasarkan sumber koran ini, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 21.05 WIB. Api muncul setelah aliran listrik di lokasi usaha milik korban tiba-tiba terputus. Dari korsleting tersebut muncul percikan api yang kemudian menyambar area penggorengan.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini – Logam Mulia Antam (Update 31 Desember 2025)
“Percikan api langsung menyambar peralatan penggorengan yang saat itu masih digunakan untuk produksi kerupuk,” jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Mendapat laporan melalui call center Damkarmat Nganjuk, petugas Pos Siaga I Tanjunganom dengan Armada 05 langsung bergerak ke lokasi. Petugas tiba di tempat kejadian pukul 21.19 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. “Petugas bergerak cepat melakukan isolasi area agar api tidak merembet ke bangunan sekitar,” paparnya.
Tanpa menunggu lama, tim langsung menyemprotkan air ke kobaran api. Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat api sempat membesar di area usaha. Cuaca cerah malam itu sempat membantu proses pemadaman. Meski demikian, kobaran api cukup cepat merambat. “Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.40 WIB,” tambahnya.
Baca Juga: Dies Natalis ke-46 SMK PGRI 1 Nganjuk Berlangsung Semarak, Sukses Cetak Lulusan Berprestasi
Beruntung, kebakaran tidak merembet ke bangunan rumah utama. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, korban mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp 5 juta, akibat kerusakan peralatan dan area penggorengan.
Sejumlah harta benda berhasil diselamatkan, di antaranya rumah, sepeda motor, serta hewan ternak milik korban. (nov/tyo)
Editor : Miko