NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kebakaran terjadi di dua lokasi kemarin. Dalam rentang waktu kurang dari 12 jam, api menghanguskan sebuah rumah warga di Kecamatan Rejoso pada pagi hari dan sebuah percetakan di wilayah Kota Nganjuk pada malam hari. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 10.25 WIB di rumah milik Painem, 65, warga Dusun Kedungbulu, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso. Api diduga berasal dari kompor yang lupa dimatikan saat korban memasak air.
Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kepulan asap keluar dari dalam rumah.
Baca Juga: Rugi Puluhan Juta karena Korsleting
Saat dicek, rumah dalam kondisi terkunci dan pemilik tidak berada di tempat. “Warga melihat asap tebal, kemudian berusaha masuk ke rumah karena pemilik sedang tidak ada. Saat pintu berhasil dibuka, api sudah membesar,” ujar Imam.
Petugas dari Pos Bantu Rejoso dan Mako Nganjuk langsung diterjunkan ke lokasi. Lima menit setelah laporan masuk, armada damkar sudah tiba dan melakukan pemadaman. “Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian,” paparnya.
Akibat kebakaran tersebut, sebagian besar bangunan rumah dan isinya hangus terbakar. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 80 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tak berselang lama, kebakaran kembali terjadi pada malam hari. Sekitar pukul 21.40 WIB, api melalap Percetakan Juanda di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk Kota.
Api pertama kali diketahui oleh pemilik toko. Ia melihat api muncul dari dalam toko. Lalu, berlari keluar untuk meminta pertolongan warga.
Baca Juga: Ular Kobra Bikin Heboh Warga Desa Sumengko
“Begitu menerima laporan, regu siaga dari Mako Nganjuk dan anggota pos Rejoso langsung menuju lokasi,” jelas Imam.
Petugas langsung memadamkan api sebelum merembet ke bangunan yang ada disebelah. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.50 WIB.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran percetakan tersebut masih dalam penyelidikan. Sementara, kerugian materi belum dapat ditaksir karena masih dalam pendataan.
Imam mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama akibat kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga dan sumber api.
“Kami mengingatkan warga agar selalu memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah serta rutin mengecek instalasi listrik,” tegasnya. (nov/tyo)
Editor : Miko